- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Abrasi Hantam Desa Laimeo Sultra, 20 Meter Daratan Hilang Seketika

Keterangan Gambar : Fenomena abrasi melanda pesisir Desa Laimeo, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (15/9/2025) siang. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Sultra - Fenomena abrasi melanda pesisir Desa Laimeo, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (15/9/2025) siang.
Peristiwa ini mengejutkan warga setelah rekaman seorang saksi memperlihatkan momen runtuhnya pasir di bibir pantai akibat pengikisan yang terjadi secara tiba-tiba. Desa Laimeo sendiri dikenal sebagai kawasan permukiman yang mayoritas berada di tepi pantai dan berbatasan langsung dengan Desa Ulu Sawa serta Desa Tanjung Laimeo.
Baca Lainnya :
- Longsor Tengah Malam Tutup Jalur Kebun Kopi dan Timbun 9 Kendaraan
- Banjir Rendam Belasan Rumah dan Kos-kosan di Tondo, Warga Keluhkan Drainase
- Tinjau Desa Tangkura Pascagempa, Wapres Tegaskan Anak-Anak Harus Tetap Sekolah
- Detik-Detik Banjir Bandang Menerjang Desa Namo, Warga Panik Selamatkan Diri
- Ini Perkiraan Kedatangan Tsunami di 10 Wilayah Indonesia Akibat Gempa 8,7 di Rusia
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut, Muhammad Aidin, bersama Camat Sawa Jasmin, aparat kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat, segera meninjau lokasi kejadian.
Menurut pantauan BPBD, abrasi telah mengikis daratan hingga sekitar 20 meter dari garis pantai. Proses pengikisan bahkan masih terus berlangsung hingga Senin sore.
“Jadi ini ada fenomena yang seharusnya tidak terjadi di sepanjang pantai ini, tetapi tiba-tiba berdasarkan informasi dari masyarakat yang melihat langsung kejadian tadi pukul 12.30 Wita, ada gelembung-gelembung di seputar ini kurang lebih 2 meter,” jelas Aidin, dikutip dari TribunnewsSultra.com, Selasa (16/9/2025).
Dalam waktu satu jam, abrasi semakin melebar hingga mencapai 10 meter, dengan kedalaman cekungan diperkirakan mencapai 15 meter dan panjang sekitar 94 meter di bibir pantai.
Untuk mencegah risiko lebih besar, BPBD bersama aparat terkait telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi abrasi. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak mendekat, terutama anak-anak.
Selain itu, BPBD mengimbau masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas di sekitar area abrasi. (Bim/Nl)










