- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
- Hingga Pukul 05.30 WITA, Gempa Susulan Pascagempa M 6,7 Capai 419 Kali
- BMKG Laporkan 177 Gempa Susulan hingga Pukul 20.00 WITA, 70 Kali Dirasakan Warga
- BPJN Sulteng Pastikan Sejumlah Jembatan di Palu hingga Jalan Kebun Kopi Aman Pascagempa M 6,7
- BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,7 di Palu-Sigi Berasal dari Aktivitas Sesar Sausu
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
- Gubernur Instruksikan Tanggap Darurat Usai Gempa M 6,7, Tenaga Medis Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
- Empat Atlet Junior Sulteng Berlaga di Asian OWS Bali
Aksi Massa di DPRD Sulteng Berujung Kesepakatan dan Penandatanganan Berita Acara

Keterangan Gambar : Ribuan massa aksi berkumpul di halaman kantor DPRD Sulteng, Senin (1/9/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Palu bersama masyarakat yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Kota Palu Menggugat, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Sam Ratulangi, pada Senin (1/9).
Massa mulai berdatangan sejak sekira pukul 11.00 WITA dan berkumpul di gerbang DPRD, membawa spanduk dan poster beragam tuntutan.
Baca Lainnya :
- Ketua MUI Sulteng: Demonstrasi Harus Jadi Ruang Dialog, Bukan Ajang Kerusuhan
- Isu Polisi Lepas Tangan Jika Massa Anarkis Beredar, Ini Klarifikasi Polda Sulteng
- 1.273 Personel Gabungan Bakal Amankan Aksi Unjuk Rasa 1 September di Palu
- Antisipasi Aksi Demo, Dinas Pendidikan Sulteng Liburkan Sekolah Sehari
- Disdik Sulteng Putuskan Libur Sehari untuk SMA, SMK, dan SLB
Mereka melakukan orasi tegas menyampaikan aspirasi, termasuk aksi bakar ban sebagai bentuk protes simbolik.
Pengamanan di lokasi tergelar ketat. Polda Sulteng menurunkan 1.273 personel gabungan, terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Damkar, untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama demo berlangsung .
Kapolresta Palu sekaligus mengingatkan agar aksi dilakukan secara damai dan tidak melebar ke anarkis .
Usai orasi di gerbang, massa akhirnya diizinkan memasuki halaman kantor DPRD.
Aksi diterima oleh pejabat tinggi, yaitu Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sulteng Muhammad Arus Abdul Karim dan Aristan, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, serta Gubernur Sulteng Anwar Hafid, bahkan hadir mantan Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura turut menemui massa.
Tujuannya untuk meredam ketegangan dan membuka dialog langsung.
Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan, terutama isu lokal seperti pajak UMKM, direspons serius oleh Wali Kota Palu dengan menjanjikan rapat lanjutan pada Kamis (4/9) mendatang untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut.
Dialog menghasilkan kesepakatan konkret, seluruh tuntutan Aliansi dituangkan dalam sebuah berita acara yang dibacakan secara terbuka di hadapan anggota DPRD, pemerintah provinsi, mahasiswa, dan masyarakat.
Dokumen itu kemudian ditandatangani oleh pihak DPRD dan perwakilan massa aksi, sebagaimana terlampir dalam berita acara.
Setelah pengesahan, massa membubarkan diri dengan tertib.
Secara keseluruhan, demonstrasi berjalan damai dan kondusif, berkat pengawalan aparat yang profesional. (Rul/Nl)










