- Di Tengah Tekanan Inflasi, 5.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Keluarga Desil 1-4 di Morowali Utara
- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
Banyak Perusahaan Enggan Rekrut Gen Z, Kemnaker: Penyebabnya Karena Soft Skill Kurang

Keterangan Gambar : Ilustrasi skill dalam dunia kerja. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta – Banyak perusahaan ternyata masih menahan diri untuk merekrut generasi Z sebagai karyawan baru. Bukan karena kemampuan teknis atau latar belakang pendidikan yang tak sesuai, melainkan karena faktor soft skill yang dianggap kurang memadai.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Surya Lukita, dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Baca Lainnya :
- Tanya Soal MBG, ID Pers Istana Reporter CNN Dicabut BPMI
- Pemerintah Targetkan Pendapatan Rata-Rata Warga RI Jadi Rp 7,6 Juta Per Bulan di 2026
- Ahmad Ali Disebut Bakal Jadi Ketua Harian PSI, Hadiri Pelantikan di Jakarta
- Resmi Ditetapkan, Muhammadiyah Mulai Puasa Ramadan 2026 Tanggal 18 Februari
- Sulteng Jadi Sentra Produksi Cengkeh Kering Terbesar di Indonesia
“Sekarang ini isunya bukan kemampuan teknis. Jadi perusahaan itu lebih melihat di soft skill-nya anak-anak pencari kerja ini yang kurang,” jelas Surya, dikutip dari Kompas.com.
Ia menambahkan, persoalan ini sering menjadi sorotan media karena cukup banyak perusahaan yang enggan memberikan kesempatan pada Gen Z.
Padahal, berdasarkan data Kemenaker, masih banyak lowongan yang hanya mensyaratkan pendidikan SMA/SMK atau sederajat.
“Masih banyak pekerjaan yang membutuhkan kualifikasi hanya sebatas SMA dan SMK. Itu masih didominasi. Cuma isunya soft skill-nya yang agak kurang. Jadi banyak yang gugur setelah interview,” ujarnya.
Sebagai catatan, soft skill mencakup kemampuan komunikasi, kerja tim, kepemimpinan, hingga adaptasi dalam berbagai situasi.
Berbeda dengan hard skill yang bisa diukur secara teknis, soft skill lebih berkaitan dengan karakter, sikap, dan kepribadian ses
eorang. (Nul/Nl)










