- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
Donggala Dilirik Jadi Sentra Hilirisasi Tuna, Pemerintah Siapkan Strategi Penguatan Rantai Pasok

Keterangan Gambar : Acara Lomba Masak Ikan, di Kantor Dinas Perikanan Donggala, Rabu (8/10) siang. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Donggala - Pemerintah pusat mulai melirik Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sebagai salah satu daerah strategis dalam pengembangan sektor perikanan nasional.
Daerah pesisir di Teluk Tomini ini dikenal memiliki potensi tangkapan ikan yang melimpah, terutama jenis tuna, dengan estimasi produksi mencapai 193 ribu ton per tahun.
Baca Lainnya :
- Perubahan Sistem Kuota Haji Bisa Tambah Masa Tunggu di Sulteng Jadi 27 Tahun
- Lomba Masak Serba Tuna di Donggala Angkat Potensi Perikanan dan Ekonomi Biru
- Sudah Tiga Hari Hilang di Laut, Warga Kaleroang Masih dalam Pencarian
- Jembatan di Desa Bungkudu Buol Putus Dihantam Banjir, Akses Warga Terputus
- Jembatan di Desa Bungkudu Buol Putus Dihantam Banjir, Akses Warga Terputus
Kepala Balai Besar Pengujian dan Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), Rahmadi Sunoko mengatakan Donggala merupakan salah satu penghasil tuna terbanyak di Indonesia.
Menurutnya, potensi besar itu akan memberi dampak luas bagi ekonomi daerah jika diarahkan pada kegiatan hilirisasi.
“Tentu pemerintah pusat sangat memberikan suport perhatian kepada pemerintah daerah khususnya kabupaten donggala yang memang notabene adalah salah satu penghasil tuna terbanyak yang ada di Indonesia, "ujar Rahmadi Sunoko diwawancarai media ini dalam acara Lomba Masak Ikan, di Kantor Dinas Perikanan Donggala, Rabu (8/10) siang.
Selama ini, hasil tangkapan nelayan Donggala sebagian besar masih dijual dalam bentuk ikan segar tanpa pengolahan lanjut.
Pemerintah menilai kondisi tersebut menjadi peluang bagi peningkatan nilai tambah, terutama dengan memperkuat industri pengolahan hasil laut di tingkat daerah.
Rahmadi menjelaskan, sejumlah strategi jangka pendek dan menengah tengah disiapkan pemerintah untuk mendukung peningkatan produksi serta menjaga stabilitas pasokan ikan di berbagai musim.
“Harapannya hilirisasi di Donggala itu berjalan, sehingga ekonomi berputar untuk kesejahteraan masyarakat Donggala . Karena kita melihat kalau disini cold-storage jumlahnya banyak, pengelolaan banyak, ikan-ikan ini bisa untuk menyuplai ketika misalnya kondisi angin, cuaca kurang bagus, ikan tidak menyebabkan sumber inflasi," jelasnya.
Selain menyasar pasar domestik, hasil perikanan Donggala juga diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pasokan ikan segar ke wilayah Kalimantan, termasuk ke kawasan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.
Konektivitas laut antara Sulawesi dan Kalimantan dianggap mendukung upaya distribusi tersebut.
Rahmadi menyebut, kualitas ikan tuna dari Donggala bahkan memenuhi standar ekspor ke pasar internasional, terutama ke Jepang dan Asia Timur.
“Kalau kita bisa menciptakan konektivitas yang baik, ini fresh tuna disini bisa menjadi sasimi gred di Jepang. Disini dekat dengan Kalimantan, yang notabenenya lagi berkembang, ikan disini nanti bisa menjadi lumbung ikan yang nantinya bisa memasok ke IKN," ” kata Rahmadi.
Menurutnya, penguatan sektor perikanan di Donggala diharapkan tidak hanya menggerakkan ekonomi pesisir, tetapi juga menjadi penopang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan kontribusi besar terhadap hasil perikanan Sulawesi Tengah, Donggala dinilai berpeluang menjadi model pengembangan ekonomi biru berkelanjutan, yang berfokus pada kesejahteraan nelayan dan ketahanan pangan laut nasional. (Rul/Nl)










