- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Donggala Dilirik Jadi Sentra Hilirisasi Tuna, Pemerintah Siapkan Strategi Penguatan Rantai Pasok

Keterangan Gambar : Acara Lomba Masak Ikan, di Kantor Dinas Perikanan Donggala, Rabu (8/10) siang. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Donggala - Pemerintah pusat mulai melirik Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sebagai salah satu daerah strategis dalam pengembangan sektor perikanan nasional.
Daerah pesisir di Teluk Tomini ini dikenal memiliki potensi tangkapan ikan yang melimpah, terutama jenis tuna, dengan estimasi produksi mencapai 193 ribu ton per tahun.
Baca Lainnya :
- Perubahan Sistem Kuota Haji Bisa Tambah Masa Tunggu di Sulteng Jadi 27 Tahun
- Lomba Masak Serba Tuna di Donggala Angkat Potensi Perikanan dan Ekonomi Biru
- Sudah Tiga Hari Hilang di Laut, Warga Kaleroang Masih dalam Pencarian
- Jembatan di Desa Bungkudu Buol Putus Dihantam Banjir, Akses Warga Terputus
- Jembatan di Desa Bungkudu Buol Putus Dihantam Banjir, Akses Warga Terputus
Kepala Balai Besar Pengujian dan Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), Rahmadi Sunoko mengatakan Donggala merupakan salah satu penghasil tuna terbanyak di Indonesia.
Menurutnya, potensi besar itu akan memberi dampak luas bagi ekonomi daerah jika diarahkan pada kegiatan hilirisasi.
“Tentu pemerintah pusat sangat memberikan suport perhatian kepada pemerintah daerah khususnya kabupaten donggala yang memang notabene adalah salah satu penghasil tuna terbanyak yang ada di Indonesia, "ujar Rahmadi Sunoko diwawancarai media ini dalam acara Lomba Masak Ikan, di Kantor Dinas Perikanan Donggala, Rabu (8/10) siang.
Selama ini, hasil tangkapan nelayan Donggala sebagian besar masih dijual dalam bentuk ikan segar tanpa pengolahan lanjut.
Pemerintah menilai kondisi tersebut menjadi peluang bagi peningkatan nilai tambah, terutama dengan memperkuat industri pengolahan hasil laut di tingkat daerah.
Rahmadi menjelaskan, sejumlah strategi jangka pendek dan menengah tengah disiapkan pemerintah untuk mendukung peningkatan produksi serta menjaga stabilitas pasokan ikan di berbagai musim.
“Harapannya hilirisasi di Donggala itu berjalan, sehingga ekonomi berputar untuk kesejahteraan masyarakat Donggala . Karena kita melihat kalau disini cold-storage jumlahnya banyak, pengelolaan banyak, ikan-ikan ini bisa untuk menyuplai ketika misalnya kondisi angin, cuaca kurang bagus, ikan tidak menyebabkan sumber inflasi," jelasnya.
Selain menyasar pasar domestik, hasil perikanan Donggala juga diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pasokan ikan segar ke wilayah Kalimantan, termasuk ke kawasan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.
Konektivitas laut antara Sulawesi dan Kalimantan dianggap mendukung upaya distribusi tersebut.
Rahmadi menyebut, kualitas ikan tuna dari Donggala bahkan memenuhi standar ekspor ke pasar internasional, terutama ke Jepang dan Asia Timur.
“Kalau kita bisa menciptakan konektivitas yang baik, ini fresh tuna disini bisa menjadi sasimi gred di Jepang. Disini dekat dengan Kalimantan, yang notabenenya lagi berkembang, ikan disini nanti bisa menjadi lumbung ikan yang nantinya bisa memasok ke IKN," ” kata Rahmadi.
Menurutnya, penguatan sektor perikanan di Donggala diharapkan tidak hanya menggerakkan ekonomi pesisir, tetapi juga menjadi penopang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan kontribusi besar terhadap hasil perikanan Sulawesi Tengah, Donggala dinilai berpeluang menjadi model pengembangan ekonomi biru berkelanjutan, yang berfokus pada kesejahteraan nelayan dan ketahanan pangan laut nasional. (Rul/Nl)










