- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Kodam XXIII/Palaka Targetkan 6.000 Koperasi Desa di Sulteng-Sulbar
.jpg)
Keterangan Gambar : Pangdam XXIII/Palaka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Realisasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat terus berjalan.
Dari total sekitar enam ribu titik yang ditargetkan, ratusan di antaranya saat ini masih dalam tahap proses.
Baca Lainnya :
- Sampah Ancam Mangrove Pantai Layana, DLH Ungkap Indikasi Sumber dan Siapkan Langkah Penanganan
- Pendapatan Parkir Palu 2025 Capai Rp2 Miliar, Masih Jauh dari Target
- 1.650 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang 2025, Terbanyak Kedua di Sulawesi
- Kodam XXIII/Palaka Wira Siapkan Pembangunan 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar Mulai Februari
- 12 Kelurahan di Palu Terpapar Pencemaran Udara
Pangdam XXIII/Palaka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, menyebutkan hingga kini pihaknya telah mengerjakan hampir 700 titik koperasi yang tersebar di dua provinsi tersebut.
“Jadi kita kalau di Sulawesi Tengah–Sulawesi Barat ada enam ribu titik. Kami sudah bekerja sekarang hampir 700 titik yang sedang berproses,” ujar Pangdam dihadapan awak media di Palu, Selasa (27/1/2026) pagi.
Ia menjelaskan, setiap Komando Distrik Militer (Kodim) diberikan target penyelesaian minimal dua koperasi hingga batas waktu akhir Januari.
Pangdam mengatakan, dirinya telah menyampaikan kepada seluruh Kodim agar paling lambat 31 Januari masing-masing dapat menyelesaikan minimal dua titik koperasi.
“Hari ini sudah dua yang selesai,” katanya.
Ia berharap, sebelum batas waktu tersebut, jumlah koperasi yang rampung sepenuhnya bisa bertambah dan menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Kita berharap sebelum tanggal 31 ini kita ada sekitar 20-an lah yang selesai yang sudah 100 persen,” ucapnya.
Meski demikian, Pangdam menegaskan bahwa jumlah koperasi yang masih dalam tahap pengerjaan jauh lebih banyak dibanding yang telah selesai.
Menurutnya, ratusan koperasi yang sedang berproses tersebut akan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi wilayah.
“Ini nanti yang menjadi pilot project kita lah, bisa meningkatkan dan mendorong perekonomian di wilayah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pangdam menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, termasuk keterkaitan koperasi dengan sektor pertanian.
“Kerja sama dengan pemerintah daerah. Kami cetak sawah, orang bertani, nanti yang memasarkan adalah Koperasi Merah Putih,” kata Pangdam.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan program nasional yang diarahkan untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan usaha secara kolektif, khususnya pada sektor produksi dan pemasaran hasil pertanian. (Rul/Nl)










