- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
Kodam XXIII/Palaka Targetkan 6.000 Koperasi Desa di Sulteng-Sulbar
.jpg)
Keterangan Gambar : Pangdam XXIII/Palaka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Realisasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat terus berjalan.
Dari total sekitar enam ribu titik yang ditargetkan, ratusan di antaranya saat ini masih dalam tahap proses.
Baca Lainnya :
- Sampah Ancam Mangrove Pantai Layana, DLH Ungkap Indikasi Sumber dan Siapkan Langkah Penanganan
- Pendapatan Parkir Palu 2025 Capai Rp2 Miliar, Masih Jauh dari Target
- 1.650 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang 2025, Terbanyak Kedua di Sulawesi
- Kodam XXIII/Palaka Wira Siapkan Pembangunan 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar Mulai Februari
- 12 Kelurahan di Palu Terpapar Pencemaran Udara
Pangdam XXIII/Palaka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, menyebutkan hingga kini pihaknya telah mengerjakan hampir 700 titik koperasi yang tersebar di dua provinsi tersebut.
“Jadi kita kalau di Sulawesi Tengah–Sulawesi Barat ada enam ribu titik. Kami sudah bekerja sekarang hampir 700 titik yang sedang berproses,” ujar Pangdam dihadapan awak media di Palu, Selasa (27/1/2026) pagi.
Ia menjelaskan, setiap Komando Distrik Militer (Kodim) diberikan target penyelesaian minimal dua koperasi hingga batas waktu akhir Januari.
Pangdam mengatakan, dirinya telah menyampaikan kepada seluruh Kodim agar paling lambat 31 Januari masing-masing dapat menyelesaikan minimal dua titik koperasi.
“Hari ini sudah dua yang selesai,” katanya.
Ia berharap, sebelum batas waktu tersebut, jumlah koperasi yang rampung sepenuhnya bisa bertambah dan menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Kita berharap sebelum tanggal 31 ini kita ada sekitar 20-an lah yang selesai yang sudah 100 persen,” ucapnya.
Meski demikian, Pangdam menegaskan bahwa jumlah koperasi yang masih dalam tahap pengerjaan jauh lebih banyak dibanding yang telah selesai.
Menurutnya, ratusan koperasi yang sedang berproses tersebut akan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi wilayah.
“Ini nanti yang menjadi pilot project kita lah, bisa meningkatkan dan mendorong perekonomian di wilayah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pangdam menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, termasuk keterkaitan koperasi dengan sektor pertanian.
“Kerja sama dengan pemerintah daerah. Kami cetak sawah, orang bertani, nanti yang memasarkan adalah Koperasi Merah Putih,” kata Pangdam.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan program nasional yang diarahkan untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan usaha secara kolektif, khususnya pada sektor produksi dan pemasaran hasil pertanian. (Rul/Nl)




.jpg)





