- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
- Festival Tende Ditunda, Rencana Tabligh Akbar sebagai Pengganti Disambut Baik Wamenag
Komisi IV DPRD Sulteng Angkat Bicara Soal Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SMAN 5 Palu
.jpg)
Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, Hidayat Pakamundi. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Palu – Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, Hidayat Pakamundi, menanggapi aksi unjuk rasa puluhan siswa SMA Negeri 5 Palu yang memprotes dugaan ketidaktransparanan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Senin (15/9/2025).
Dalam aksinya, siswa menyoroti alokasi dana BOS sebesar Rp198 juta yang menurut mereka tidak pernah sampai untuk membiayai kegiatan ekstrakurikuler.
Baca Lainnya :
- Siswa SMAN 5 Palu Protes Dana BOS, Tuntut Transparansi Anggaran
- Meriah, Warga Talise Arak Pohon Telur pada Peringatan Maulid Nabi
- Mahasiswa Palu Barhasil Hack Situs BMKG
- Persoalan Lahan Eks HGB di Palu Dibahas Bersama ATR/BPN
- Polemik Tambang Liar, Legalitas Skema Koperasi Dinilai Bisa Jadi Solusi
Hidayat menegaskan, jika terbukti ada penyalahgunaan dana, maka pihak sekolah harus diberi sanksi.
“Kalau memang kepala sekolah melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan, tentu harus ditindak. Apa yang dilakukan anak-anak itu benar adanya kalau memang ada bukti,” ujarnya melalui telepon kepada media Senin (15/9) siang.
Meski demikian, ia mengingatkan agar aksi demonstrasi tidak dilakukan tanpa dasar yang jelas.
“Kalau tidak ada buktinya, ya sebaiknya jangan sampai dilakukan demonstrasi. Kita menyayangkan hal itu jika tidak didasari fakta,” tegasnya.
Hidayat meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah segera melakukan investigasi untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.
“Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng harus segera turun melakukan investigasi ke SMA 5. Nanti kalau datanya sudah ada, saya akan sampaikan ke kepala dinas agar mereka melakukan investigasi faktual di lapangan. Dengan begitu, kita bisa tahu perkara sebenarnya,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala SMAN 5 Palu, Salim, menyebut dana BOS belum bisa digunakan lantaran pencairan anggaran dalam beberapa bulan terakhir belum dilakukan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sulteng, Asrul Achmad, menyatakan pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mengumpulkan informasi dari berbagai pihak terkait. (Rul/Nl)










