- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Meriah, Warga Talise Arak Pohon Telur pada Peringatan Maulid Nabi

Keterangan Gambar : Warga mengarak perahu hingga miniatur masjid hasil kreasi pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dari Lapangan Abadi menuju Masjid Uswatun Hasanah, Sabtu (13/9). (Foto: Syahrul/likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Uswatun Hasanah, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sabtu (13/9) sore berlangsung meriah dengan tradisi unik lomba kreasi pohon telur.
Pohon-pohon telur hasil kreasi warga ditampilkan dalam berbagai bentuk, mulai dari perahu hingga miniatur masjid.
Baca Lainnya :
- Mahasiswa Palu Barhasil Hack Situs BMKG
- Persoalan Lahan Eks HGB di Palu Dibahas Bersama ATR/BPN
- Polemik Tambang Liar, Legalitas Skema Koperasi Dinilai Bisa Jadi Solusi
- Polemik HGB Warga Palu, Gubernur Anwar Hafid Pastikan Hak Warga Dikawal
- Longsor Tengah Malam Tutup Jalur Kebun Kopi dan Timbun 9 Kendaraan
Tidak hanya telur, pohon kreasi juga dihiasi makanan berat dan buah-buahan.
Seluruh hasil karya itu diarak dari Lapangan Abadi menuju Masjid Uswatun Hasanah sekitar pukul 17.00 Wita, sebagai simbol kebersamaan warga.
Setibanya di masjid, rangkaian acara dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah dan khataman Al-Qur’an oleh para santri Taman Pendidikan Al-Qur’an Masjid Uswatun Hasanah.
Usai khataman, acara berlanjut dengan doa, wisuda santri, hingga tausiah, pembacaan barzanji, serta ditutup rebutan telur yang menjadi tradisi khas setiap tahun.
Ta’mir Masjid Uswatun Hasanah, Ridwan Alimuda, mengatakan peringatan maulid yang digelar rutin setiap tahun ini sekaligus dirangkaikan dengan sejumlah agenda lain.
“Kegiatan kita maulid setiap tahun kita laksanakan, setiap RT dinilai. Kebetulan tahun ini ada berkaitan dengan tiga agenda yaitu peresmian perpustakaan, kemudian khatam quran, dan maulid,” ujar Ridwan kepada media ini diwawancarai usai kegiatan.
Ia menambahkan, tradisi ini menjadi wadah mempererat hubungan antarwarga.
“Karena ini merupakan tradisi, untuk menyambung silaturahmi antar masyarakat, khususnya kita yang ada di sini. Dengan cara ini mereka datang, kita buat begini semua masyarakat berhuyung-huyung, seni juga bagi masyarakat di sini,” lanjutnya.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Dr. Ubay Harun, menekankan agar peringatan Maulid tidak berhenti pada kemeriahan semata.
“Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada malam hari ini sukses. Namun perlu kami sampaikan bahwa peringatan Maulid jangan hanya seremonialnya, tapi kita harus mengetahui bahwa ada substansi dari peringatan ini, yaitu menjadikan Nabi Besar Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah, dijadikan panutan baik dari aspek akhlaknya maupun ajaran-ajarannya,” jelas Ubay. (Rul)










