- Di Tengah Tekanan Inflasi, 5.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Keluarga Desil 1-4 di Morowali Utara
- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
Meriah, Warga Talise Arak Pohon Telur pada Peringatan Maulid Nabi

Keterangan Gambar : Warga mengarak perahu hingga miniatur masjid hasil kreasi pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dari Lapangan Abadi menuju Masjid Uswatun Hasanah, Sabtu (13/9). (Foto: Syahrul/likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Uswatun Hasanah, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sabtu (13/9) sore berlangsung meriah dengan tradisi unik lomba kreasi pohon telur.
Pohon-pohon telur hasil kreasi warga ditampilkan dalam berbagai bentuk, mulai dari perahu hingga miniatur masjid.
Baca Lainnya :
- Mahasiswa Palu Barhasil Hack Situs BMKG
- Persoalan Lahan Eks HGB di Palu Dibahas Bersama ATR/BPN
- Polemik Tambang Liar, Legalitas Skema Koperasi Dinilai Bisa Jadi Solusi
- Polemik HGB Warga Palu, Gubernur Anwar Hafid Pastikan Hak Warga Dikawal
- Longsor Tengah Malam Tutup Jalur Kebun Kopi dan Timbun 9 Kendaraan
Tidak hanya telur, pohon kreasi juga dihiasi makanan berat dan buah-buahan.
Seluruh hasil karya itu diarak dari Lapangan Abadi menuju Masjid Uswatun Hasanah sekitar pukul 17.00 Wita, sebagai simbol kebersamaan warga.
Setibanya di masjid, rangkaian acara dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah dan khataman Al-Qur’an oleh para santri Taman Pendidikan Al-Qur’an Masjid Uswatun Hasanah.
Usai khataman, acara berlanjut dengan doa, wisuda santri, hingga tausiah, pembacaan barzanji, serta ditutup rebutan telur yang menjadi tradisi khas setiap tahun.
Ta’mir Masjid Uswatun Hasanah, Ridwan Alimuda, mengatakan peringatan maulid yang digelar rutin setiap tahun ini sekaligus dirangkaikan dengan sejumlah agenda lain.
“Kegiatan kita maulid setiap tahun kita laksanakan, setiap RT dinilai. Kebetulan tahun ini ada berkaitan dengan tiga agenda yaitu peresmian perpustakaan, kemudian khatam quran, dan maulid,” ujar Ridwan kepada media ini diwawancarai usai kegiatan.
Ia menambahkan, tradisi ini menjadi wadah mempererat hubungan antarwarga.
“Karena ini merupakan tradisi, untuk menyambung silaturahmi antar masyarakat, khususnya kita yang ada di sini. Dengan cara ini mereka datang, kita buat begini semua masyarakat berhuyung-huyung, seni juga bagi masyarakat di sini,” lanjutnya.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Dr. Ubay Harun, menekankan agar peringatan Maulid tidak berhenti pada kemeriahan semata.
“Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada malam hari ini sukses. Namun perlu kami sampaikan bahwa peringatan Maulid jangan hanya seremonialnya, tapi kita harus mengetahui bahwa ada substansi dari peringatan ini, yaitu menjadikan Nabi Besar Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah, dijadikan panutan baik dari aspek akhlaknya maupun ajaran-ajarannya,” jelas Ubay. (Rul)










