- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Siswa SMAN 5 Palu Protes Dana BOS, Tuntut Transparansi Anggaran

Keterangan Gambar : Puluhan siswa SMA Negeri 5 Palu menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah mereka, Senin (15/9) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Puluhan siswa SMA Negeri 5 Palu menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah mereka, Senin (15/9) pagi.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan tidak transparannya penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya untuk kegiatan ekstrakurikuler.
Baca Lainnya :
- Meriah, Warga Talise Arak Pohon Telur pada Peringatan Maulid Nabi
- Mahasiswa Palu Barhasil Hack Situs BMKG
- Persoalan Lahan Eks HGB di Palu Dibahas Bersama ATR/BPN
- Polemik Tambang Liar, Legalitas Skema Koperasi Dinilai Bisa Jadi Solusi
- Polemik HGB Warga Palu, Gubernur Anwar Hafid Pastikan Hak Warga Dikawal
Ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 5 Palu, Abdul Aman, mengatakan aspirasi siswa selama ini banyak berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler.
Namun, ia menilai dana BOS yang seharusnya digunakan tidak pernah sampai kepada siswa.
"Kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 5 itu ada 14, mereka mendaftar untuk ikut lomba itu tidak pernah dibiayai oleh sekolah, contohnya futsal, selalu mendaftar pakai uang pribadi siswa, basket, voli begitu juga, begitu juga paskibraka. Sedangkan tertera di dana BOS, pendanaan terkait ekstrakurikuler siswa, sebesar Rp198 Juta, kami mau menanyakan Rp198 juta yang seharusnya untuk kegiatan ekstrakurikuler itu dikemanakan," ujar Abdul Aman diwawancarai media ini usai aksi.
Abdul menambahkan, meski proposal kegiatan siswa sering kali di-ACC, pendanaan tidak pernah cair.
Bahkan, menurutnya, kegiatan resmi sekolah seperti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga tidak dibiayai penuh.
“kemarin saja kegiatan osis tentang MPLS, kan MPLS kegiatan resmi dari sekolah, kami 5 hari kami di kasih makan hanya 3 hari, 2 hari ditanggung sendiri, terus pendanaannya uang tidak pernah sampai ke bendahara osis atau MPK, semua tertahan di wakasek kesiswaan, dan wakasek kesiswaan berikan kami hanya konsumsi,” tambahnya.
Aksi protes siswa sempat diwarnai perdebatan dengan pihak sekolah, namun berlangsung kondusif.
Kepala SMAN 5 Palu, Salim, menyampaikan apresiasi atas keberanian siswa menyuarakan aspirasi.
Ia menjelaskan, belum tersalurnya dana BOS karena belum adanya pencairan anggaran beberapa bulan terakhir.
“Saya ingin ucapkan apresiasi juga kepada anak-anak, artinya saya tidak bisa pungkiri bahwa suara itukan perlu disampaikan di forum terbuka seperti ini. Saya tidak tahu dari awal, yang mereka tuntut transparansi anggaran. Dari bulan Juli- Agustus-September ini ya memang kita belum cair, mau diapa, sehingga perlu kita memberikan informasi kepada anak-anak,” kata Salim.
Ia menegaskan, pembiayaan kegiatan tetap akan diberikan sesuai skala prioritas, namun realisasinya menunggu pencairan dana.
“Kita berikan pembiayaan dana BOS, namun kegiatan-kegiatan tentunya lewat skala prioritas yang mana kita dahulukan, dan memang kita alokasikan dananya selama satu tahun ini, hanya saja betul-betul, tiga bulan ini memang betul-betul belum ada, apa yang kita mau kasih. Kita akan berikan semuanya, setelah nanti ada pencairan, apapun kebutuhan mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Asrul Achmad, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan siswa dengan membentuk tim khusus untuk mengumpulkan informasi.
“Terkait dengan tuntutan dari anak-anak kita, sesuai dengan arahan dari pimpinan bahwa nanti kita akan membentuk tim sebagaimana biasanya, mengacu dengan beberapa permasalahan yng terjadi, kita akan bentuk tim, melibatkan dari teknisnya mungkin Kabid SMA, Kacabdis didalamnya unsur pengawas, nantinya akan bertugas mengumpulkan informasi dan keterangan terkait dengan apa yang terjadi di SMAN 5 Palu ini, ” terang Asrul.
Asrul juga mengapresiasi aksi siswa yang berlangsung damai tanpa anarkisme.
“Insya Allah mulai sebentar siang, dinas pendidikan akan mengundang pihak-pihak yang dianggap bisa memberikan keterangan, dan kita juga akan potret secara paripurna, intinya semua pihak yang berkepentingan kita ambil keterangan sehingga berimbang, baik kepala sekolah, wakil kepala sekolah, siswa, termasuk guru,",” pungkasnya.
Aksi protes tersebut akhirnya berakhir tertib. Siswa menegaskan tuntutan mereka semata-mata untuk menuntut transparansi penggunaan anggaran, bukan untuk menjatuhkan pihak sekolah. (Rul/Nl)










