- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Koperasi Merah Putih di Palu Dorong Pengelolaan Hasil Ikan dan Garam Rakyat

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Ketenagakerjaan Kota Palu, Zulkifli. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Palu, Sulawesi Tengah, diarahkan untuk memperkuat pengelolaan komoditas lokal masyarakat pesisir, khususnya hasil tangkapan nelayan dan produksi garam rakyat.
Koperasi ini diharapkan menjadi wadah terintegrasi bagi pemasaran dan penguatan usaha ekonomi keluarga di tingkat kelurahan.
Baca Lainnya :
- Reses Donald Payung Mangawe di Birobuli Utara, Warga Dorong Perbaikan Drainase dan Lingkungan
- Jelang Ramadan, Bulog Sulteng Klaim Stok Beras Aman di Angka 22 Ribu Ton
- Update Kualitas Udara Palu, BMKG Ingatkan Jangan Bakar Sampah
- Overkapasitas, 30 Narapidana Rutan Palu Dipindahkan ke Lapas Ampana dan Toli-Toli
- Lewat Reses, Andika Buka Akses Warga Pantau Bantuan UMKM
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Ketenagakerjaan Kota Palu, Zulkifli mengatakan, koperasi Merah Putih yang telah diluncurkan merupakan bagian dari koperasi yang sudah mulai berjalan di Kota Palu.
Kehadiran gerai koperasi di wilayah pesisir diharapkan dapat mendorong ekonomi keluarga dengan menampung produk-produk lokal masyarakat.
“Nah, diharapkan nanti dengan adanya gerai koperasi Merah Putih di Kelurahan Talise ini bisa mendorong ekonomi keluarga yang ada di Talise sendiri. Karena di sini nanti, di gerai ini nanti akan beririsan, akan menampung produk-produk UMKM lokal yang ada di Kelurahan itu sendiri,” kata Zulkifli kepada media diwawancarai usai peresmian, Rabu (4/2/2026) siang.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah mendorong agar sebanyak mungkin pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah memenuhi persyaratan dapat direkomendasikan untuk masuk ke dalam gerai koperasi.
Dengan begitu, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal.
Zulkifli menegaskan, koperasi Merah Putih terbuka bagi berbagai komoditas unggulan masyarakat pesisir, termasuk hasil perikanan dan garam rakyat.
Menurutnya, produk-produk tersebut akan diintegrasikan ke dalam sistem usaha koperasi, baik dalam bentuk bahan mentah maupun olahan.
“Iya, semua kan, termasuk petani-petani garam yang ada di sini, kemudian nelayan-nelayan, produk-produk turunan dari produk-produk ikan itu, apakah dia dalam bentuk kemasan, ya kita akan masukkan semua dalam gerai koperasi Merah Putih,” ujarnya.
Hingga saat ini, Zulkifli menyebutkan terdapat lima koperasi Merah Putih yang telah berjalan di Kota Palu.
Sementara itu, sejumlah koperasi lainnya masih dalam tahap pembangunan dan persiapan operasional, termasuk yang berada di beberapa kelurahan lain.
Di tingkat kelurahan, pengelolaan koperasi Merah Putih dilakukan secara mandiri oleh pemerintah kelurahan bersama pengurus koperasi.
Lurah Talise Moh. Iqbal mengatakan, koperasi tersebut dibangun atas dasar kemandirian, tanpa menunggu bantuan langsung dari pemerintah.
“Jadi sementara karena koperasi itu tidak tiba-tiba harus mendapatkan bantuan langsung oleh pemerintah, tapi bagaimana kita memandirikan dunia seperti ini akan bisa jalan,” kata Iqbal.
Ia menambahkan, koperasi di wilayahnya dikembangkan dengan menggabungkan usaha penjualan serbaguna dan warung koperasi, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan setiap hari dan memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam kegiatan usaha.
“Maka kita bangun gerai kecil ini yang sebenarnya dari pemerintah sudah harus membangunkan yang kantor koperasi,” ujarnya.
Penguatan koperasi berbasis komoditas lokal ini dinilai menjadi salah satu upaya strategis dalam mendorong ketahanan ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan dan garam rakyat di daerah. (Rul/Nl)










