- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Update Kualitas Udara Palu, BMKG Ingatkan Jangan Bakar Sampah

Keterangan Gambar : BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri merilis pembaruan kualitas udara harian dalam tujuh hari terakhir. (Foto: @iklim_sulteng/Instagram)
Likeindonesia.com, PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri merilis pembaruan kualitas udara harian. Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM10, PM2.5, dan PM1 mengalami fluktuasi dalam tujuh hari terakhir.
Selama periode tersebut, konsentrasi PM10 secara umum berada pada kategori Baik, sementara PM2.5 berfluktuasi dari kategori Baik hingga Sedang. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas manusia serta faktor meteorologis di sekitar wilayah pengamatan.
Baca Lainnya :
- Overkapasitas, 30 Narapidana Rutan Palu Dipindahkan ke Lapas Ampana dan Toli-Toli
- Lewat Reses, Andika Buka Akses Warga Pantau Bantuan UMKM
- Operasi Keselamatan Tinombala 2026 di Sulteng Fokus Angkutan Umum, Tanpa Razia Hadang
- KONI Sulteng Dukung Pembinaan Atlet Lewat Pencak Silat Militer Open Tournament
- Ketum KONI Sulteng Tinjau Padepokan Naga Laut, Fokus Pembinaan Atlet Pencak Silat Menuju PON 2032
Meski kualitas udara relatif terkendali, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada, khususnya kelompok rentan. Masyarakat disarankan menggunakan masker saat berada di area padat lalu lintas atau wilayah kering yang berdebu.
Selain itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah rumah tangga karena asap dan bau dapat mencemari udara serta mengganggu lingkungan sekitar.
"Tidak membakar sampah rumah tangga tangga di halaman rumah karena asap dan baunya dapat mencemari udara dan mengganggu lingkungan sekitar," tulis rilis BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri melalui akun media Instagram resmi, Senin (2/2/2026).
Sementara itu, apabila nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melebihi 100 atau berstatus Tidak Sehat, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. (Nul/Nl)










