- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Jelang Ramadan, Bulog Sulteng Klaim Stok Beras Aman di Angka 22 Ribu Ton

Keterangan Gambar : Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah memastikan ketersediaan stok beras di daerah dalam kondisi aman menjelang bulan suci Ramadan. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah memastikan ketersediaan stok beras di daerah dalam kondisi aman menjelang bulan suci Ramadan.
Hingga awal Februari, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Sulawesi Tengah mencapai sekitar 22 ribu ton dan masih akan bertambah dari sejumlah daerah pemasok.
Baca Lainnya :
- Update Kualitas Udara Palu, BMKG Ingatkan Jangan Bakar Sampah
- Overkapasitas, 30 Narapidana Rutan Palu Dipindahkan ke Lapas Ampana dan Toli-Toli
- Lewat Reses, Andika Buka Akses Warga Pantau Bantuan UMKM
- Puasa Makin Dekat, Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Akan Digelar 17 Februari
- Operasi Keselamatan Tinombala 2026 di Sulteng Fokus Angkutan Umum, Tanpa Razia Hadang
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulawesi Tengah Jusri Pakke mengatakan, selain stok yang ada saat ini, pengiriman beras ke Sulawesi Tengah masih terus berjalan.
Dalam waktu dekat, Bulog akan menerima tambahan pasokan dari beberapa daerah untuk memperkuat ketersediaan beras di wilayah tersebut.
“Terkait menjelang bulan suci Ramadan, untuk stok beras yang ada di gudang kami saat ini kisarannya sekitar 22 ribu ton. Sementara pengiriman juga masih terus berjalan,” kata Jusri Pakke ditemui di ruang kerjanya Selasa, (3/2/2026) pagi.
Ia menjelaskan, tambahan pasokan beras akan datang dari Sulawesi Selatan dan Kendari, dengan total lebih dari 16 ribu ton.
Namun, pengiriman dilakukan secara bertahap untuk menyesuaikan dengan kebutuhan distribusi di daerah.
“Dalam waktu dekat, akan masuk tambahan pasokan dari beberapa daerah, di antaranya dari Sulawesi Selatan sekitar 10 ribu ton, kemudian dari Kendari sekitar 6 ribu ton, namun pengiriman dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Secara nasional, Jusri menyebut kondisi stok beras Indonesia juga berada dalam posisi aman.
Saat ini, stok beras nasional mencapai sekitar 3,3 juta ton dan masih akan ditambah melalui rencana pengadaan nasional sekitar 1 juta ton pada tahun 2026.
Selain beras, Bulog Sulawesi Tengah juga memastikan ketersediaan komoditas pangan lainnya dalam kondisi mencukupi.
Stok gula saat ini tercatat sekitar 236 ton, sementara minyak goreng mencapai sekitar 537 ribu liter.
“Untuk beras, minyak goreng, dan gula, kami memprediksi ke depan harganya tidak akan mengalami kenaikan. Memang kondisi di lapangan tetap harus kita pantau, tetapi secara stok kami sangat mencukupi,” kata Jusri.
Ia menambahkan, Bulog juga tengah menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait penyaluran bantuan pangan yang rencananya akan kembali digulirkan mulai Februari untuk dua bulan ke depan, berupa beras dan minyak goreng.
Selain itu, Bulog terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan gerakan pangan murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Sulawesi Tengah. (Rul/Nl)










