- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
- Kekeringan Mengintai Sejumlah Daerah Sulteng, Warga Diingatkan Bijak Gunakan Air Bersih
- Muhammadiyah Usulkan ke BPJPH, Rokok dan Vape Diberi Label Nonhalal
- Pendatang di Palu Paling Banyak Berasal dari Sulsel, Capai 33.603 Orang
- Kabar Baik! Guru PPPK Paruh Waktu Langsung Diangkat Jadi Penuh Waktu Per 1 Januari 2027, Tanpa Tes
Puasa Makin Dekat, Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Akan Digelar 17 Februari

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada 17 Februari 2026. Sidang tersebut rencananya dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan Sidang Isbat akan dihadiri berbagai pihak, mulai dari perwakilan organisasi masyarakat Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, para ahli falak, DPR, Mahkamah Agung, hingga perwakilan kedutaan besar negara-negara Islam.
Baca Lainnya :
- Menteri Bappenas Sebut MBG Lebih Mendesak daripada Penciptaan Lapangan Kerja
- Beda dari Tahun-Tahun Sebelumnya, Masjidil Haram Tetapkan Salat Tarawih 10 Rakaat di Ramadan 2026
- Bukan Cuma Scroll Medsos, Gen Z Kini Lebih Suka Baca Dibanding Milenial dan Gen X
- Pecinta Gorengan Wajib Tahu, Makan Satu Bakwan Harus Treadmill 15 Menit
- Pemerintah Ubah Aturan, Beli Kartu Perdana Kini Wajib Verifikasi Wajah
Ia menjelaskan, Sidang Isbat akan melalui tiga rangkaian utama. Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal yang dilakukan di 37 titik pemantauan di seluruh Indonesia. Ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan yang hasilnya akan diumumkan kepada masyarakat.
“Musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad, dikutip dari Antara, Senin (2/2/2026)
Ia mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil Sidang Isbat dan pengumuman resmi pemerintah terkait awal Ramadan 1447 Hijriah. Menurutnya, mekanisme tersebut sejalan dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut didasarkan pada hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid yang mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Berdasarkan perhitungan astronomi Muhammadiyah, ijtimak menjelang Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12.01.09 UTC. Namun, pada saat matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, kriteria visibilitas hilal belum terpenuhi di seluruh wilayah dunia. (Nul/Nl)



.jpg)






