- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Dua Remaja Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Dako di Tolitoli
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Rasio Dokter Masih Jauh dari Ideal, Unismuh Palu Hadirkan Fakultas Kedokteran

Keterangan Gambar : Peresmian Fakultas Kedokteran Unismuh berlangsung di Gedung Banua Kaili Rusdy Toana, Senin (13/10) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Ketersediaan tenaga dokter di Sulawesi Tengah masih jauh dari ideal.
Dari sekitar 3,1 juta penduduk, provinsi ini baru memiliki sekitar 1.700 dokter.
Baca Lainnya :
- Taekwondo Putra Sulteng Raih Perunggu di Hari Perdana PON Bela Diri 2025
- Petugas Temukan Barang Terlarang Saat Razia di Lapas Palu
- Ketua Dekranasda Sulteng Melenggak Pamerkan Batik Bomba di Panggung Fesyen Nasional
- Dapat Dukungan Menkes, RS Undata Nambaso Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan di Indonesia Timur
- Pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat Masuki Tahap Akhir, Siap Difungsikan 2026
Padahal standar ideal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah satu dokter untuk setiap seribu penduduk.
Data dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI mencatat, setidaknya dibutuhkan 3.100 dokter untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah.
Artinya, daerah ini masih kekurangan sekitar 1.400 tenaga dokter.
Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, menjelaskan bahwa ketimpangan distribusi tenaga kesehatan menjadi persoalan serius di Indonesia bagian timur, termasuk Sulawesi Tengah.
“Kalau kita lihat, untuk Sulteng dengan penduduk sekitar tiga juta jiwa, idealnya ada tiga ribu seratus dokter. Tapi jumlahnya baru seribu tujuh ratus. Artinya masih ada gap sekitar seribu empat ratus tenaga dokter,” ujar Munawir saat diwawancarai usai peresmian Fakultas Kedokteran Unismuh di Palu, Senin (13/10) pagi.
Ia menilai, pembukaan fakultas kedokteran baru menjadi salah satu langkah strategis untuk menutup kesenjangan tersebut.
Menurutnya, pemerataan akses pendidikan kedokteran akan membantu daerah menghasilkan tenaga dokter dari putra daerah sendiri.
“Kehadiran program studi kedokteran di Unismuh Palu ini menjadi salah satu solusi. Selain menambah akses pendidikan kedokteran di daerah, juga untuk pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia Timur,” tambahnya.
Menjawab kebutuhan itu, Universitas Muhammadiyah Palu (Unismuh Palu) resmi membuka Fakultas Kedokteran.
Peresmian berlangsung di Gedung Banua Kaili Rusdy Toana, Senin (13/10) pagi, dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, akademisi, dan unsur LLDIKTI.
Dekan Fakultas Kedokteran Unismuh Palu, Amir Syafruddin, menjelaskan bahwa tahap awal penerimaan mahasiswa akan dibatasi sesuai ketentuan.
“Setelah launching ini kita akan membuka penerimaan mahasiswa baru, jumlahnya masih dibatasi 50 orang sesuai aturan,” ujarnya.
Amir menambahkan, Unismuh Palu akan didampingi oleh Universitas Muhammadiyah Makassar untuk memastikan mutu pendidikan kedokteran tetap terjaga dan memenuhi standar nasional.
Fakultas Kedokteran Unismuh Palu menjadi yang ketiga di Sulawesi Tengah, setelah Universitas Tadulako dan Universitas Alkhairaat.
Kehadirannya diharapkan mampu memperluas kesempatan anak daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran tanpa harus ke luar provinsi.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap rasio dokter di Sulawesi Tengah dapat meningkat secara bertahap, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan di daerah-daerah terpencil. (Rul/Nl)










