- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Dua Remaja Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Dako di Tolitoli
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Remaja Kota Palu Didorong Peduli HIV/AIDS, Kasus Capai 1.815

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, menjadi narasumber dalam dialog Aksi Remaja Peduli HIV/AIDS di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Sabtu (28/6/2025). (Foto: ist)
Likeindonesia.com, Palu, — Pemerintah Kota Palu mengungkapkan jumlah kasus HIV di wilayahnya telah mencapai 1.815 kasus secara kumulatif.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bertema Aksi Remaja Peduli HIV/AIDS di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Sabtu (28/6/2025).
Baca Lainnya :
- Rencana Revitalisasi Hutan Kota Palu Demi Persiapan FORNAS 2027
- Ribuan Rider Meriahkan Bhayangkara Otomotif 2025 di Palu
- Dealer Yadea Resmi Buka di Palu, Tawarkan Motor dan Sepeda Listrik Canggih
- Grand Sya Hotel Bangkit, Jadi Simbol Harapan Baru Pascabencana di Palu
- Dinkes Sulteng Lakukan Rapid Tes pada Kedatangan Jemaah Haji Sulteng
“Karena sekali orang terkena HIV, maka seumur hidup akan terus hidup dengan virus tersebut. Kecuali ia meninggal, baru datanya diperbarui,” ujar dr. Rochmat dalam sesi pemaparannya.
Kegiatan tersebut digelar oleh Forum Generasi Berencana (GenRe) Kota Palu bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Palu.
Menurut Kadis Kesehatan, pemerintah telah mengadopsi strategi STOP untuk menekan laju penyebaran HIV/AIDS, yang terdiri dari Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan.
“Semakin banyak dilakukan tes, maka akan semakin banyak kasus baru ditemukan. Ini penting untuk penanganan dini,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengobatan bagi penderita HIV disediakan secara gratis oleh pemerintah agar tidak berkembang menjadi AIDS.
Sementara itu, Bunda GenRe Kota Palu, Hj. Diah Puspita, menekankan pentingnya pembinaan karakter sebagai bagian dari pencegahan.
“Iman dan taqwa adalah pondasi utama. Namun demikian, pendidikan seksual yang dulu dianggap tabu saat saya remaja, kini perlu kita ajarkan kepada anak-anak dengan cara yang tepat, karena ini bagian dari upaya pencegahan,” kata Diah.
Dialog tersebut menjadi wadah edukatif bagi remaja dalam memahami isu HIV/AIDS sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam upaya pencegahan di lingkungan masing-masing. (Rul)










