- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
- DPRD Palu Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Lahan Tidur dan Air Bersih di Dua Kelurahan
- DPRD Palu Soroti Overkapasitas RS, Biaya Visum, dan Denda BPJS yang Bebani Warga
- Dari Huntap hingga Pajak Daerah, DPRD Palu Paparkan Hasil Kerja Caturwulan I
- 8 Rumah Sakit Swasta di Palu Terancam Tak Bisa Beroperasi, DPRD Soroti Masalah Perizinan
- Abdurahim Nasar Al-Amri Soroti Mandeknya RDTR, DPRD Palu Siap Koordinasi Ulang ke Pusat
- Ribuan Izin Usaha Tertolak, DPRD Kota Palu Cari Solusi Sengkarut Perizinan OSS yang Terkendala KBLI
Sederet Artis Dukung Pandawara, Siap Patungan Beli Hutan

Keterangan Gambar : Pandawara Group mengajak masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan dan didukung oleh sederet artis, termasuk Denny Caknan. (Foto: @pandawaragroup-@denny_caknan/Instagram)
Likeindonesia.com, Jakarta - Sejumlah artis Indonesia memberikan dukungan kepada Pandawara Group yang mengajak masyarakat untuk patungan membeli hutan. Ajakan ini muncul sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan di tengah meningkatnya kasus deforestasi dan alih fungsi lahan.
Ajakan tersebut disampaikan Pandawara melalui unggahan di Instagram pada Kamis (4/12/2025).
Baca Lainnya :
- Cina Bangun Pabrik Kelapa Senilai Rp1,6 Triliun di Morowali, Rampung 2026
- Siap-siap Liburan! Ini Jadwal Libur Akhir Tahun 2025 untuk PNS, Karyawan, dan Anak Sekolah
- Aceh Diguncang Gempa 5,4 SR, Terasa hingga Aceh Selatan
- Jepang Diguncang Gempa M 7,5 Diikuti Tsunami, 90 Ribu Warga Mengungsi
- admin
Mereka menyebut ide ini muncul secara spontan, saat membayangkan kemungkinan masyarakat ikut memiliki dan menjaga hutan agar tidak dialihfungsikan.
"Lagi ngelamun, tiba-tiba aja kepikiran, gimana kalo masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan," tulis keterangan unggahan Pandawara di Instagram.
Pandawara juga menyoroti soal aturan alih fungsi lahan, khususnya perkebunan sawit, serta mempertanyakan apakah praktik yang berjalan saat ini masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut mereka, masyarakat berhak bersuara ketika keseimbangan ekosistem mulai terganggu.
"Karena alih fungsi&deforestasi nya udh berlebihan banget guys menurut informasi sih kaya gini aturan nya Aturan skala menanam sawit di Indonesia meliputi batas luas maksimum lahan (100.000 hektar per perusahaan di seluruh Indonesia dan 20.000 hektar per provinsi) dan luas minimum lahan (minimal 6.000 hektar per perusahaan untuk komoditas sawit). Selain itu, untuk usaha perkebunan dengan luas minimal 25 hektar, diwajibkan memiliki izin. gimana guys? apakah alihfungsi yang saat ini ada sudah sesuai dengan aturan di atas?" lanjut Pandawara dalam kolom komentar.
Respons positif pun datang dari berbagai kalangan, termasuk sederet artis Tanah Air. Denny Caknan menjadi salah satu yang menyatakan kesiapannya berkontribusi dengan menyumbang dana sebesar Rp1 miliar.
Ia menilai ide tersebut mungkin terdengar tidak biasa, namun masuk akal jika dipikirkan lebih jauh.
"Mungkin terlihat tidak mungkin. Terlihat ngawur. Tp kalo di pikir pikir masuk akal juga lamunan nya. Walaupun aku gak iso mikir cara belinya gimana. @pandawaragroup adalah simbul keperdulian kita terhadap lingkungan. Saya hanya seniman daerah yang sedikit membantu mimpi pandawara dan untuk indonesia," tulis Denny Caknan dalam unggahannya.
Dukungan serupa juga disampaikan Denny Sumargo yang menulis di kolom komentar Instagram Pandawara, menyatakan siap menjadi penyumbang Rp1 miliar pertama.
Selain itu, sejumlah artis lain seperti Atta Halilintar, Vidi Aldiano, hingga Benedictus Siregar turut menunjukkan ketertarikan dan dukungan terhadap gerakan ini.
Pandawara menegaskan, gerakan patungan membeli hutan ini tidak bertujuan untuk menyerang pihak tertentu.
Mereka ingin mengajak masyarakat lebih sadar bahwa kondisi lingkungan saat ini sedang tidak baik-baik saja dan membutuhkan perhatian bersama.
"Tujuan langkah ini tidak untuk memprovokasi pihak manapun, setiap narasi yang disampaikan mempunyai maksud untuk mengingatkan agar kita bisa segera sadar, "SADAR" bahwa kondisi keseimbangan ekosistem sedang tidak baik2 saja, pembalakan liar nya sudah terlalu banyak, harus segera ditangani dengan cara yang tepat," tulis Pandawara.
Menurut Pandawara, langkah ini murni sebagai pengingat bahwa keseimbangan ekosistem harus dijaga.
Mereka juga menekankan bahwa niat utama gerakan ini adalah demi kepentingan bangsa dan masa depan Indonesia.
"Kami pastikan niat ini adalah niat baik, demi bangsa Indonesia, ini adalah suatu kebenaran, dan sejatinya satu kebenaran tidak akan pernah bertentangan dengan kebenaran lainnya," lanjutnya. (Nul/Nl)










