Sidak Pasar Masomba, Harga Cabai Rawit dan Telur Naik di Pertengahan Ramadan

By Inul Irfani 03 Mar 2026, 11:14:45 WIB Daerah
Sidak Pasar Masomba, Harga Cabai Rawit dan Telur Naik di Pertengahan Ramadan

Keterangan Gambar : Inspeksi mendadak (sidak) digelar di Pasar Masomba, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Selasa (13/3/2026). (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)


Likeindonesia.com, Palu – Inspeksi mendadak (sidak) digelar di Pasar Masomba, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Selasa (13/3/2026), untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.


Dari hasil pemantauan, stok kebutuhan pokok secara umum masih tersedia.

Baca Lainnya :


Namun, terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas, terutama cabai rawit dan telur.


Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, yang memimpin sidak menyebut harga cabai rawit saat ini mencapai Rp65.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram. 


Telur ukuran sedang dijual Rp65.000 per rak, sedangkan ukuran besar Rp70.000 per rak.


“Hari ini saya melakukan sidak ke Pasar Masomba bersama Kepala Bulog, Wakil Ketua DPRD Kota Palu, dan OPD terkait. Alhamdulillah sidak berjalan aman dan lancar. Para pedagang juga menyampaikan sejumlah hal terkait kenaikan harga,” ujarnya.


Menurutnya, peningkatan kebutuhan masyarakat di pertengahan Ramadan turut memengaruhi permintaan telur.


“Kita sudah masuk pertengahan puasa sehingga banyak masyarakat menggunakan telur untuk membuat kue dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.


Selain cabai rawit dan telur, kenaikan harga juga terjadi pada beberapa jenis ikan, termasuk ikan katombo, serta ayam. 


Untuk ayam, kenaikan dipengaruhi program MBG.


Sementara itu, harga sejumlah komoditas lain relatif stabil. Tomat dijual di kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. 


Cabai keriting dan bawang putih dilaporkan mengalami penurunan harga.


Di tengah kenaikan tersebut, pemerintah daerah menggelar pasar murah dan Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menekan lonjakan harga. 


Dalam kegiatan itu, beberapa komoditas dijual dengan harga subsidi, di antaranya telur yang dipatok Rp55.000 per rak. 


Cabai rawit dan sejumlah bahan pangan lain mendapat subsidi Rp5.000 per kilogram.


“Kalau harga di pasar Rp50.000, maka di pasar murah menjadi Rp45.000. Hari ini pasar murah dilaksanakan di Kayu Malue,” ujarnya.


Untuk beras, subsidi Rp5.000 per kilogram juga diberikan. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijalankan guna menjaga harga tetap terkendali.


Imelda menegaskan, pengawasan akan diperketat apabila ditemukan pedagang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET), termasuk pengawasan terhadap distributor LPG dan pangkalan. 


Ia juga menyoroti kenaikan harga gula yang mencapai Rp19.000 per kilogram dan memastikan tindakan tegas akan diambil jika ditemukan praktik penimbunan.


Sementara itu, pimpinan wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, memastikan stok beras masih mencukupi hingga tiga sampai empat bulan ke depan.


“Kalau untuk stok yang ada sekarang ini bisa sampai Lebaran Haji, tiga sampai empat bulan ke depan,” ujarnya.


Saat ini, stok beras Bulog di Sulawesi Tengah tercatat sekitar 22.000 ton dengan rata-rata penyaluran 21 ton per hari. 


Tambahan pasokan sekitar 4.000 ton juga disiapkan, serta target penyerapan gabah lokal sebanyak 11.300 ton di wilayah tersebut.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.