- Di Tengah Tekanan Inflasi, 5.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Keluarga Desil 1-4 di Morowali Utara
- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
Sulteng Disambar 26.003 Petir dalam Sepekan, 10 Februari Paling Tinggi

Keterangan Gambar : Peta sebaran petir di Sulawesi Tengah dan sekitarnya pada periode 6-12 Februari 2026. (Foto: Dok. BMKG Stasiun Geofisika Palu)
Likeindonesia.com, Palu – Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) dan sekitarnya disambar 26.003 kejadian petir dalam kurun waktu dari 6 hingga 12 Februari 2026. Data tersebut dirilis BMKG Stasiun Geofisika Palu melalui laporan sebaran petir terbarunya.
Dalam laporan itu disebutkan, 10 Februari 2026 menjadi hari dengan aktivitas petir tertinggi, yakni mencapai 9.366 kejadian dalam sehari. Angka ini menunjukkan peningkatan aktivitas atmosfer yang cukup signifikan dibanding hari-hari lainnya.
Baca Lainnya :
- Aksi Bersih Serentak di Pantai Kampung Nelayan dan Pasar Masomba, 3 Ton Sampah Diangkut
- Jembatan Palu IV dan Elevated Road Resmi Dibuka, Warga Sudah Bisa Melintas
- Komnas HAM Desak Perbaikan Jembatan Putus di Bontopangi, Siswa Disebut Pertaruhkan Nyawa
- Paldam Palu Kembangkan 14 Ribu Lele Sistem Bioflok
- Permintaan Bahan Pokok Naik Jelang Ramadan, DPKP Gelar Gerakan Pangan Murah
Secara bertahap, aktivitas petir tercatat sebanyak 3.103 kejadian pada 6 Februari, kemudian 2.197 kejadian pada 7 Februari dan 2.782 kejadian pada 8 Februari. Jumlahnya kembali meningkat pada 9 Februari menjadi 3.838 kejadian sebelum akhirnya melonjak tajam pada 10 Februari.
Setelah puncak tersebut, jumlah kejadian petir turun drastis pada 11 Februari menjadi 604 kejadian, yang sekaligus menjadi angka terendah dalam periode sepekan itu.
Sementara pada 12 Februari, aktivitas kembali meningkat dengan 4.039 kejadian.
Menyikapi tingginya aktivitas petir, BMKG Stasiun Geofisika Palu mengimbau masyarakat Sulteng untuk meningkatkan kewaspadaan. Beberapa langkah siaga yang dapat dilakukan di antaranya menghindari berada di ruang terbuka saat terjadi hujan disertai petir, tidak berlindung di bawah pohon, serta menjauhi tiang listrik dan benda-benda berbahan logam.
Selain itu, masyarakat juga disarankan mencabut peralatan listrik dari sumber arus, serta berlindung di dalam ruangan yang aman hingga kondisi cuaca membaik. (Nul/Nl)










