- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
Turnamen Push Bike di Palu Jadi Ajang Seru dan Edukatif bagi Rider Cilik
.jpg)
Keterangan Gambar : Puluhan anak usia dini mengikuti turnamen push bike digelar di Kota Palu, Sabtu (22/11) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Turnamen push bike yang digelar di Kota Palu, Sabtu (22/11) pagi, menghadirkan keseruan tersendiri bagi puluhan anak usia dini yang berlomba adu kecepatan di lintasan.
Mulai dari garis start hingga finish, para rider cilik tampil percaya diri dengan helm dan sepeda tanpa pedal, menciptakan pemandangan unik sekaligus menghibur penonton.
Baca Lainnya :
- Kemendukbangga/BKKBN Dorong Akselerasi Program Kependudukan Menuju Indonesia Emas 2045
- Menkum Supratman Andi Agtas Tinjau Dapur SPPG Polda Sulteng, Puji Kualitas Pengolahan MBG
- 1.171 Honorer Palu Terancam Tak Terakomodasi, DPRD Temukan BKPSDM Tidak Mengusulkan ke KemenPAN-RB
- Akhirnya Rampung! Masjid Raya Baitul Khairaat Siap Diresmikan 4 Desember 2025, UAS Dijadwalkan Hadir
- Perlindungan Petambak Garam dan Tenun Lokal Masuk Tahap Lanjut Pembahasan DPRD Palu
Ketua Panitia Push Bike, Wawan Kurniawan menyebut kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan rangkaian "Festival Tende" dan disambut antusias oleh peserta maupun orang tua.
“Kebetulan festival tende mengajak kami berkolaborasi untuk mengadakan aktivasi push bike sendiri, euforianya lumayan rame lah,” ujarnya diwawancarai media ini di lokasi, Sabtu (22/11) siang.
Ia menjelaskan jumlah peserta yang terlibat cukup besar.
Wawan mengatakan total peserta mencapai 70 anak yang terbagi dalam tujuh kategori usia, mulai dari 2 hingga 8 tahun.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter anak sejak dini.
Wawan menuturkan bahwa turnamen ini bisa disebut sebagai ajang pencarian bibit push bike, namun tujuan utamanya adalah melatih mental anak agar terbiasa mengisi waktu dengan kegiatan positif.
Selain atmosfer kompetitif yang ringan, momen lucu dan menggemaskan juga kerap muncul di sepanjang lintasan, mulai dari peserta yang kehilangan arah hingga berhenti sejenak menunggu sorakan orang tuanya.
Dari sisi peserta, apresiasi juga datang dari orang tua.
Salah satu orang tua rider, Sinta Reskia, mengaku bersyukur anaknya dapat mengikuti ajang tersebut.
“Tanggapan saya saya bersyukur bisa ikutkan anak saya di acara ini, acara yang luar biasa semoga ke depannya ada lagi event-event berikutnya untuk olahraga push bike,” ujarnya diwawancarai terpisah.
Sinta juga menyampaikan kebanggaannya atas prestasi sang anak.
Ia mengungkapkan anaknya berhasil meraih juara pertama pada kategori elit girl, sekaligus berharap anaknya bisa lebih fokus berlatih agar terus berprestasi dan berpeluang mengikuti event di luar kota.
Melalui turnamen ini, push bike tidak hanya menjadi hiburan akhir pekan, tetapi juga wadah pembinaan mental dan potensi anak sejak usia dini.
Penyelenggara pun berharap ke depan tersedia lokasi yang lebih layak agar event serupa dapat digelar secara berkelanjutan di Palu. (Rul/Nl)










