- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
- 180 Gempa di Sulteng Tercatat pada Minggu Pertama Agustus
- Perhatikan Kualitas Air, Depot di Palu Diminta Penuhi Standar Higiene Sanitasi
- Mahasiswi Asal Morut Meninggal di Kos Palu, Keluarga Ikhlas dan Tidak Minta Autopsi
- Usai Palu–Guangzhou, Sulteng Bidik Rute Internasional Malaysia dan India
Akhirnya, Perang Berakhir! Thailand dan Kamboja Sepakat Berdamai

Keterangan Gambar : PM Kamboja Hun Manet dan penjabat PM Thailand Phumtham Wechayachai sepakat berdamai dalam pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: x.com/anwaribrahim)
Likeindonesia.com, - Setelah seminggu ketegangan dan konflik bersenjata yang menewaskan puluhan jiwa di perbatasan Preah Vihear (Kamboja) dan Ubon Ratchathani (Thailand), fajar baru perdamaian mulai terbit. Tepat pada pukul 24:00 waktu setempat, Senin (28/7/2025), gencatan senjata resmi diberlakukan mengakhiri babak kelam pertikaian dua negara sahabat di Asia Tenggara ini.
Perdamaian ini tercapai usai pertemuan penting di Kuala Lumpur, Malaysia, yang mempertemukan PM Kamboja Hun Manet dan penjabat PM Thailand Phumtham Wechayachai. Negosiasi yang diinisiasi oleh Malaysia menghasilkan kesepakatan gencatan senjata “segera dan tanpa syarat.”
Baca Lainnya :
- Neo Japan Peringatkan: Ulah Oknum WNI Bisa Tutup Peluang Ribuan Pekerja di Jepang
- Pendiri Twitter Luncurkan Bitchat, Solusi Komunikasi Saat Internet Mati
- Tarif 32 Persen AS Mengancam Industri RI, Presiden Kirim Menko Perekonomian Untuk Negosiasi
- Salut! Abdy Azwar Bukti Anak Palu Bisa Jadi Pembawa Berita di Korea Selatan
- Lima Situs Bersejarah yang Hingga Kini Masih Bikin Pusing Para Peneliti
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan ini. Dalam kapasitas Malaysia sebagai Ketua ASEAN, ia menegaskan bahwa komitmen damai ini adalah cerminan sejati semangat Piagam ASEAN: menghormati kedaulatan, menyelesaikan konflik lewat dialog, dan menjauhi kekerasan demi kemanusiaan.
“Alhamdulillah, dua negara sahabat ASEAN bersetuju menamatkan persengketaan. Malaysia bersama rakan-rakan ASEAN lainnya akan terus mengawasi pelaksanaan dan kepatuhan gencatan senjata ini,” ujar Anwar dikutip dari unggahan di media sosial X pribadinya, Selasa (29/7/2025).
Ia juga menekankan bahwa perdamaian adalah fondasi utama bagi kemakmuran ekonomi dan kesejahteraan rakyat di kawasan.
Apresiasi diberikan kepada pemerintah Thailand dan Kamboja atas keberanian mereka menempuh jalur diplomasi. Anwar turut menyampaikan penghargaan kepada Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping atas dukungan mereka dalam mendorong tercapainya resolusi damai ini.
Dengan keberhasilan ini, ASEAN sekali lagi membuktikan bahwa kawasan ini bukan hanya stabil, tapi juga berkomitmen sebagai pelopor perdamaian dunia melalui kekuatan dialog dan kepemimpinan kolektif.(Bim)










