- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
Antrean Panjang dan Kerap Buat Macet, Penyaluran Solar Subsidi Akan Dilakukan di Jam Khusus

Keterangan Gambar : Antrean panjang di salah satu SPBU di Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Antrean panjang kendaraan solar bersubsidi kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu dalam beberapa pekan terakhir.
Lonjakan konsumsi bahan bakar menjelang akhir tahun membuat sebagian SPBU padat dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya.
Baca Lainnya :
- Masalah Rumah Tangga Berujung Penganiayaan Berat di Jalan Munif Rahman Palu, Korban Meninggal Dunia
- Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Rumah Kosong Bersama Alat Hisap Narkoba
- PPPK Donggala Datangi Kantor Gubernur Sulteng Tuntut Pembayaran Gaji
- Fiskal Terbatas, Pemprov Sulteng Minta Kebijakan Pendanaan Gaji PPPK Direformasi
- BMKG: Supermoon Terbesar Tahun Ini Terjadi November, Fenomena Berikutnya Menyusul Desember
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tengah, Adri Anggaditya, mengatakan peningkatan antrean terjadi seiring naiknya permintaan masyarakat terhadap solar bersubsidi.
Dari total kebutuhan BBM di Kota Palu yang mencapai sekitar 15 ribu kiloliter per bulan, sekitar 80 persen di antaranya merupakan BBM bersubsidi.
“Antrean ini memang beberapa minggu ini terjadi lonjakan konsumsi karena menjelang akhir tahun kendaraan cukup meningkat,” ujar Adri di Palu, Jumat (8/11/2025) kepada awak media.
Pertamina, kata Adri, telah berupaya menambah volume penyaluran dan memperpanjang hari distribusi agar stok tetap tersedia di SPBU.
Pihaknya juga menyiapkan cadangan solar non-subsidi, seperti Dexlite dan Pertamina Dex, bagi pengguna yang membutuhkan alternatif bahan bakar.
“Kami pun berupaya untuk menyalurkan lebih banyak dan menyediakan stok solar cukup, baik subsidi maupun non-subsidi,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palu bersama Pertamina dan mitra terkait menyepakati pengaturan jam penyaluran solar bersubsidi agar lebih tertib.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana, mengatakan kebijakan ini merupakan langkah untuk mengurai antrean panjang yang dikeluhkan masyarakat.
“Saya berharap ini kita cari solusi terbaik supaya tidak ada antrean panjang. Banyak sekali keluhan terkait antrean BBM subsidi, apalagi solar ini,” ujar Imelda.
Kesepakatan itu mengatur bahwa penyaluran solar bersubsidi di seluruh SPBU dilakukan serentak pada pukul 19.00 hingga 22.00 Wita, khusus untuk kendaraan roda empat ke atas.
Namun, kendaraan operasional darurat seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan truk sampah tetap diizinkan mengisi di luar waktu tersebut.
“Sudah disepakati bersama bahwa nanti seluruh SPBU hanya satu waktu tetapkan waktunya, jam mulai buka penyaluran sampai selesai, supaya lebih teratur,” tambah Imelda.
Selain mengatur jam operasional, pemerintah juga meminta agar depot Pertamina di Palu tetap buka pada hari Minggu.
Langkah ini diharapkan menjaga pasokan BBM di akhir pekan dan mencegah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan.
“Kita juga tadi minta untuk depot buka hari Minggu, supaya tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat kalau hari Minggu tidak ada penyaluran,” jelasnya.
Pertamina menilai kebijakan tersebut perlu disosialisasikan secara bertahap kepada seluruh pengelola SPBU dan sopir angkutan barang, agar penyaluran berjalan efektif tanpa menimbulkan antrean baru di waktu malam. (Rul/Nl)










