- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Desa Wombo Kalonggo Dilanda Banjir Bandang: 1 Tewas, 3 Hilang, Ratusan Mengungsi

Keterangan Gambar : Banjir bandang menerjang Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala pada Selasa sore (27/5/2025). (Foto: Ist)
DONGGALA, Likeindonesia.com - Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala diterjang banjir bandang hebat usai diguyur hujan deras pada Selasa (27/5/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mengonfirmasi bahwa luapan sungai akibat hujan berintensitas tinggi memicu terjangan banjir dahsyat yang melanda pemukiman warga.
“Pada pukul 15.00 WITA, hujan deras mengguyur Desa Wombo hingga menyebabkan sungai meluap dan memicu banjir bandang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus.
Baca Lainnya :
- Banjir Bandang Terjang Desa Wombo, Warga Terjebak dan Masih Menanti Pertolongan
- Dari Buku ke Media Sosial: Apakah Sastra Sedang Kehilangan Jiwanya?
- Untuk Literasi! Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UNTAD Lawan Kesenjangan Membaca
- Angka Wisatawan Naik Terus, Sulteng Makin Diminati Buat Liburan!
- Donggala GAS dan One Day One Service: Dua Program Unggulan Polres Donggala untuk Masyarakat
Dampak banjir sangat parah. Sebuah video yang diunggah di Facebook oleh akun Andi Moh Syakil menunjukkan derasnya aliran banjir berlumpur disertai material kayu yang menghantam rumah-rumah warga. Suasana panik pun tampak dalam rekaman tersebut.
Sebanyak 50 rumah warga terendam air, satu jembatan utama di desa putus total, dan sejumlah fasilitas pendidikan mulai dari TK, SD, SMP hingga Madrasah turut terdampak. Sedikitnya 100 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat aman demi keselamatan.
Tragisnya, bencana ini menelan satu korban jiwa, seorang perempuan berusia 55 tahun, dan tiga perempuan lainnya dilaporkan hilang. Hingga saat ini, pencarian terhadap korban yang hilang masih terus dilakukan oleh tim SAR bersama warga setempat.
Kondisi di lokasi bencana mulai berangsur membaik. Hujan telah reda dan air mulai surut, namun warga tetap siaga menghadapi potensi banjir susulan.
Kebutuhan mendesak yang sangat dibutuhkan saat ini antara lain air bersih, makanan siap saji, tenda pengungsian, obat-obatan, serta perlengkapan anak atau kidsware.
Tim SAR, BPBD, dan para relawan terus berjibaku mengevakuasi warga serta melakukan pencarian korban hilang. Pantau terus perkembangan terkini hanya di sini. (Bim)










