- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Fluktuasi Harga Tomat, dari Rp35 Ribu Kini Turun Jadi Rp7 Ribu Per Kilogram
.jpg)
Keterangan Gambar : Pedagang tomat i Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Setelah sempat melambung hingga Rp35 ribu per kilogram, harga tomat di Kota Palu kini anjlok tajam.
Di sejumlah pasar tradisional, harga tomat turun hingga kisaran Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram.
Baca Lainnya :
- Damkar Palu Selamatkan Remaja yang Terjepit Saat Coba Ambil Uang di Tanggul Talise
- Lima Tempat Usaha di Palu Disegel karena Tunggakan Pajak Daerah
- Briptu Pangeran Wana Kapito Dipanggil ke Pelatnas Sepaktakraw Jelang SEA Games 2025
- Warga Keluhkan Mahalnya Harga Bahan Pokok, Disperindag Palu Gelar Operasi Pasar Murah
- Terjebak Semalaman di Gunung Nokilalaki, Enam Pendaki Berhasil Dievakuasi Selamat
Pantauan di Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu, penurunan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Para pedagang menyebut anjloknya harga disebabkan melimpahnya stok akibat masa panen di sejumlah sentra produksi di Sulawesi Tengah, seperti Biromaru, Napu, dan Palolo.
"Alhamdulillah sudah turun, Rp7 ribu, Rp8 ribu, ada yang tomat kelereng itu sudah Rp5 ribu," ujar Iftiah, salah satu pedagang tomat di Pasar Inpres Manonda, saat dijumpai Rabu (6/8) pagi.
Menurut Iftiah, sebelumnya harga tomat sempat mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, terutama untuk jenis tomat kelereng.
Namun kini stok dari petani kembali melimpah.
"Mungkin karena stoknya banyak ya, ndak ada pengiriman, biasa kalau kurang itu banyak pengiriman ke Kalimantan," tambahnya.
Hal senada disampaikan Ahmad, pedagang lain yang juga merasakan dampak turunnya harga.
"Betul (sudah turun). Kalau untuk partai sekarang Rp5 ribu, Rp6 ribu. Kalau eceran sekarang Rp10 ribu, Rp8 ribu," ucapnya.
Ahmad menyebut penurunan harga mulai terasa sejak sepekan terakhir, setelah sebelumnya sempat mencapai harga tertinggi Rp35 ribu per kilogram.
Ia memperkirakan, kondisi ini terjadi karena sudah memasuki panen raya.
"Kalau bagian Sulawesi Tengah, Palolo, Biromaru. Tergantung musim juga, kalau hujan kan bisa naik lagi harganya," jelasnya.
Fenomena fluktuasi harga tomat memang kerap terjadi, bergantung pada pasokan, cuaca, dan distribusi.
Saat pasokan melimpah dan pengiriman ke luar daerah berkurang, harga di tingkat pedagang cenderung stabil atau bahkan turun signifikan. (Rul)










