- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
- Festival Tende Ditunda, Rencana Tabligh Akbar sebagai Pengganti Disambut Baik Wamenag
Fluktuasi Harga Tomat, dari Rp35 Ribu Kini Turun Jadi Rp7 Ribu Per Kilogram
.jpg)
Keterangan Gambar : Pedagang tomat i Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Setelah sempat melambung hingga Rp35 ribu per kilogram, harga tomat di Kota Palu kini anjlok tajam.
Di sejumlah pasar tradisional, harga tomat turun hingga kisaran Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram.
Baca Lainnya :
- Damkar Palu Selamatkan Remaja yang Terjepit Saat Coba Ambil Uang di Tanggul Talise
- Lima Tempat Usaha di Palu Disegel karena Tunggakan Pajak Daerah
- Briptu Pangeran Wana Kapito Dipanggil ke Pelatnas Sepaktakraw Jelang SEA Games 2025
- Warga Keluhkan Mahalnya Harga Bahan Pokok, Disperindag Palu Gelar Operasi Pasar Murah
- Terjebak Semalaman di Gunung Nokilalaki, Enam Pendaki Berhasil Dievakuasi Selamat
Pantauan di Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu, penurunan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Para pedagang menyebut anjloknya harga disebabkan melimpahnya stok akibat masa panen di sejumlah sentra produksi di Sulawesi Tengah, seperti Biromaru, Napu, dan Palolo.
"Alhamdulillah sudah turun, Rp7 ribu, Rp8 ribu, ada yang tomat kelereng itu sudah Rp5 ribu," ujar Iftiah, salah satu pedagang tomat di Pasar Inpres Manonda, saat dijumpai Rabu (6/8) pagi.
Menurut Iftiah, sebelumnya harga tomat sempat mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, terutama untuk jenis tomat kelereng.
Namun kini stok dari petani kembali melimpah.
"Mungkin karena stoknya banyak ya, ndak ada pengiriman, biasa kalau kurang itu banyak pengiriman ke Kalimantan," tambahnya.
Hal senada disampaikan Ahmad, pedagang lain yang juga merasakan dampak turunnya harga.
"Betul (sudah turun). Kalau untuk partai sekarang Rp5 ribu, Rp6 ribu. Kalau eceran sekarang Rp10 ribu, Rp8 ribu," ucapnya.
Ahmad menyebut penurunan harga mulai terasa sejak sepekan terakhir, setelah sebelumnya sempat mencapai harga tertinggi Rp35 ribu per kilogram.
Ia memperkirakan, kondisi ini terjadi karena sudah memasuki panen raya.
"Kalau bagian Sulawesi Tengah, Palolo, Biromaru. Tergantung musim juga, kalau hujan kan bisa naik lagi harganya," jelasnya.
Fenomena fluktuasi harga tomat memang kerap terjadi, bergantung pada pasokan, cuaca, dan distribusi.
Saat pasokan melimpah dan pengiriman ke luar daerah berkurang, harga di tingkat pedagang cenderung stabil atau bahkan turun signifikan. (Rul)










