- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Kapan Cuaca Panas Berakhir? BMKG: Awal November Mulai Mereda

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Sejumlah warganet ramai mengeluhkan cuaca panas yang melanda berbagai daerah di Indonesia. Di media sosial, banyak yang melaporkan suhu udara menembus 35°C, membuat aktivitas harian terasa menyengat.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut masih tergolong fenomena pancaroba, yakni masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan yang membuat cuaca berubah cepat. Pagi hingga siang terasa terik, namun sore atau malam hari berpotensi diguyur hujan.
Baca Lainnya :
- Siap-Siap! Pemerintah Bakal Uji Coba BBM Etanol E10, Dirancang Sesuai Iklim Tropis Indonesia
- Lulusan Baru Wajib Tahu! Magang Berbayar Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Produk Tanpa Sertifikat Halal Bakal Dinyatakan Ilegal Mulai 2026
- Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Melonguane, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Titik Sulut
- PPPK Paruh Waktu Bisa Cuti Melahirkan hingga Gugur Kandungan, Ini Detail Aturannya
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, cuaca panas ekstrem ini diperkirakan berakhir pada akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring dengan mulai meningkatnya tutupan awan dan turunnya hujan di berbagai wilayah.
“Cuaca panas ekstrem diprediksi mulai mereda antara akhir Oktober hingga awal November, bersamaan dengan datangnya musim hujan dan meningkatnya tutupan awan,” ujar Dwikorita, dikutip dari katadata.co.id, Kamis (16/10/2025).
Berdasarkan Buku Prakiraan Musim Hujan 2025/2026 yang diterbitkan BMKG, awal musim hujan sudah mulai terjadi di beberapa wilayah, meski waktunya tidak serentak. Pulau Sumatera dan Kalimantan menjadi yang pertama disapa hujan sejak sebelum September 2025. Selanjutnya, curah hujan akan meluas ke wilayah selatan dan timur Indonesia secara bertahap.
Dari total 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, BMKG memperkirakan:
- 333 ZOM (47,6%) akan memasuki musim hujan pada September–November 2025,
- 149 ZOM (21,3%) pada Oktober 2025, dan
- 105 ZOM (15%) pada November 2025.
Sementara sekitar 96 ZOM atau 13,7 persen akan mengalami musim hujan sepanjang tahun tanpa melalui kemarau.
Dengan demikian, masyarakat diimbau tetap waspada menghadapi perubahan cuaca yang fluktuatif selama masa pancaroba ini. Siang hari yang panas bisa dengan cepat berubah menjadi hujan deras di sore atau malam hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, mencukupi asupan cairan, dan menghindari paparan panas berlebih hingga musim hujan tiba sepenuhnya. (Bim/Nl)










