- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
- DPRD Palu Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Lahan Tidur dan Air Bersih di Dua Kelurahan
- DPRD Palu Soroti Overkapasitas RS, Biaya Visum, dan Denda BPJS yang Bebani Warga
- Dari Huntap hingga Pajak Daerah, DPRD Palu Paparkan Hasil Kerja Caturwulan I
- 8 Rumah Sakit Swasta di Palu Terancam Tak Bisa Beroperasi, DPRD Soroti Masalah Perizinan
- Abdurahim Nasar Al-Amri Soroti Mandeknya RDTR, DPRD Palu Siap Koordinasi Ulang ke Pusat
- Ribuan Izin Usaha Tertolak, DPRD Kota Palu Cari Solusi Sengkarut Perizinan OSS yang Terkendala KBLI
Kapan Cuaca Panas Berakhir? BMKG: Awal November Mulai Mereda

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Sejumlah warganet ramai mengeluhkan cuaca panas yang melanda berbagai daerah di Indonesia. Di media sosial, banyak yang melaporkan suhu udara menembus 35°C, membuat aktivitas harian terasa menyengat.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut masih tergolong fenomena pancaroba, yakni masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan yang membuat cuaca berubah cepat. Pagi hingga siang terasa terik, namun sore atau malam hari berpotensi diguyur hujan.
Baca Lainnya :
- Siap-Siap! Pemerintah Bakal Uji Coba BBM Etanol E10, Dirancang Sesuai Iklim Tropis Indonesia
- Lulusan Baru Wajib Tahu! Magang Berbayar Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Produk Tanpa Sertifikat Halal Bakal Dinyatakan Ilegal Mulai 2026
- Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Melonguane, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Titik Sulut
- PPPK Paruh Waktu Bisa Cuti Melahirkan hingga Gugur Kandungan, Ini Detail Aturannya
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, cuaca panas ekstrem ini diperkirakan berakhir pada akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring dengan mulai meningkatnya tutupan awan dan turunnya hujan di berbagai wilayah.
“Cuaca panas ekstrem diprediksi mulai mereda antara akhir Oktober hingga awal November, bersamaan dengan datangnya musim hujan dan meningkatnya tutupan awan,” ujar Dwikorita, dikutip dari katadata.co.id, Kamis (16/10/2025).
Berdasarkan Buku Prakiraan Musim Hujan 2025/2026 yang diterbitkan BMKG, awal musim hujan sudah mulai terjadi di beberapa wilayah, meski waktunya tidak serentak. Pulau Sumatera dan Kalimantan menjadi yang pertama disapa hujan sejak sebelum September 2025. Selanjutnya, curah hujan akan meluas ke wilayah selatan dan timur Indonesia secara bertahap.
Dari total 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, BMKG memperkirakan:
- 333 ZOM (47,6%) akan memasuki musim hujan pada September–November 2025,
- 149 ZOM (21,3%) pada Oktober 2025, dan
- 105 ZOM (15%) pada November 2025.
Sementara sekitar 96 ZOM atau 13,7 persen akan mengalami musim hujan sepanjang tahun tanpa melalui kemarau.
Dengan demikian, masyarakat diimbau tetap waspada menghadapi perubahan cuaca yang fluktuatif selama masa pancaroba ini. Siang hari yang panas bisa dengan cepat berubah menjadi hujan deras di sore atau malam hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, mencukupi asupan cairan, dan menghindari paparan panas berlebih hingga musim hujan tiba sepenuhnya. (Bim/Nl)










