Perayaan Cap Go Meh di Palu Dirangkai Buka Puasa, Tekankan Kebersamaan

By Inul Irfani 04 Mar 2026, 09:49:11 WIB Daerah
Perayaan Cap Go Meh di Palu Dirangkai Buka Puasa, Tekankan Kebersamaan

Keterangan Gambar : Perayaan Cap Go Meh di Milenium Waterpark Kota Palu, digelar Selasa (3/3/2026). (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)


Likeindonesia.com, Palu – Perayaan Cap Go Meh di Kota Palu tahun ini menghadirkan pemandangan berbeda.


Tidak hanya menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek, momen tersebut dirangkai dengan buka puasa bersama, menghadirkan suasana kebersamaan lintas agama yang hangat dan rukun.

Baca Lainnya :


Kegiatan yang digelar Selasa (3/3/2026) di Milenium Waterpark itu dihadiri ratusan warga dari berbagai latar belakang, mulai dari lintas organisasi keagamaan dan kerukunan hingga komunitas difabel Rumah Merah Putih.


Perayaan ini diselenggarakan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah.


Sejak sore, suasana kebersamaan sudah terasa. Penampilan rebana oleh kaum difabel membuka rangkaian acara, dilanjutkan ceramah singkat dari Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Zaenal Abidin.


Saat azan berkumandang, peserta bersama-sama berbuka puasa dan menunaikan salat, sebelum kemeriahan Cap Go Meh ditutup dengan pertunjukan barongsai.


Ketua PSMTI Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menyebut momen Cap Go Meh memiliki makna khusus bagi etnis Tionghoa.


“Event hari ini adalah pengulangan sebuah kebajikan momen luar biasa ketika hari ini hari cap go me momen kami etnis tionghoa, malam ke-15 setelah imlek, malam purnama pertama imlek, ketika bumi bulan dan matahari dalam satu garis lurus,” ujarnya dalam sambutannya. 


Ia menjelaskan, keselarasan alam pada malam Cap Go Meh menjadi simbol harmoni yang juga bisa diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.


Menurut dia, perbedaan suku, ras dan agama tidak menjadi penghalang untuk berkumpul dan merayakan kebersamaan.


“Alam saja bisa seimbang apalagi manusia beda suku ras agama tapi bisa berkumpul disini buka bersama juga merayakan bersama penutupan imlek dalam cap go me,” katanya.


Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran tali asih berupa angpao kepada kaum difabel. 


Kebersamaan yang terbangun dinilai menjadi kekuatan utama dalam perayaan tersebut.


“Saya tentunya berterima kasih karena acara bukan pribadi, semua sahabat PSMTI mendukung acara ini,” ucap Ko Awi, sapaan karibnya.


Ia juga menyoroti semangat para difabel yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut sebagai inspirasi bagi semua pihak.


“Semangat adik-adik kita dari rumah merah putih bisa menjadi motivasi, mungkin mereka mempunyai kekurangan dari fisik tapi tidak dari hati, mereka bisa kompak berlatih bersama,” tuturnya.


Menurut Wijaya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa harmoni dapat tumbuh dari ruang-ruang perjumpaan yang sederhana namun bermakna.


“Saya yakin event ini bukan yang pertama, dan setiap saya melakukan selalu ada berkat kembali, tidak ada kekurangan, artinya ada sebuah momen kebersamaan disini, saya mengucapkan terimakasih, mari kita menikmati momen malam hari ini, momen cap go me, momen festival lampion, momen berbuka puasa bersama,” pungkasnya.


Perpaduan Cap Go Meh dan buka puasa bersama itu menjadi gambaran nyata kerukunan di Kota Palu—di mana tradisi Tionghoa dan suasana Ramadan bertemu dalam satu panggung kebersamaan. (Rul/Nl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.