- 16 Perusahaan Tambang Patungan Rp355 Miliar Bangun Jalan di Morowali dan Morut
- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
- DPRD Palu Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Lahan Tidur dan Air Bersih di Dua Kelurahan
- DPRD Palu Soroti Overkapasitas RS, Biaya Visum, dan Denda BPJS yang Bebani Warga
- Dari Huntap hingga Pajak Daerah, DPRD Palu Paparkan Hasil Kerja Caturwulan I
- 8 Rumah Sakit Swasta di Palu Terancam Tak Bisa Beroperasi, DPRD Soroti Masalah Perizinan
- Abdurahim Nasar Al-Amri Soroti Mandeknya RDTR, DPRD Palu Siap Koordinasi Ulang ke Pusat
Siswa SMK di Palu Ubah Motor BBM Jadi Listrik, Pertama di Sulteng

Keterangan Gambar : Siswa SMK di Kota Palu berhasil mengonversi sepeda motor berbahan bakar BBM menjadi motor listrik.
Likeindonesia.com, Palu – Sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Palu berhasil mengonversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.
Inovasi ini disebut sebagai yang pertama dilakukan di Sulawesi Tengah.
Baca Lainnya :
- Gempa 4,8 SR Guncang Parigi Moutong, Terasa Hingga Palu dan Poso
- Kebakaran Hanguskan Tiga Petak Rumah Warga di Jalan Samratulangi Palu
- Kanwil Ditjenpas Sulteng Dorong Kemandirian Klien Pemasyarakatan Lewat Pelatihan UMKM
- Siswa SMK di Palu Dilatih Ubah Motor Konvensional Jadi Motor Listrik
- DPRD Sulteng Turun Temui Ribuan Massa Aksi, Tuntutan Rakyat Janji Dibawa ke Pusat
Proses konversi dilakukan di sekolah dengan pendampingan guru dan instruktur.
Lima unit motor dengan tipe berbeda dipilih untuk dimodifikasi, mulai dari motor klasik hingga matic.
Kepala SMKN 3 Palu, Hamka, mengatakan kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas jurusan, yakni kelistrikan dan teknik sepeda motor.
“Tujuannya bagaimana hal ini bisa dikembangkan kolaborasi antara anak-anak jurusan kelistrikan dan sepeda motor, sehingga menghasilkan kelistrikan dan motornya. Ini pertama di Sulawesi Tengah, harapan kami pemerintah bisa memberikan kami suport,” ujar Hamka diwawancarai Rabu, (3/9) pagi.
Konversi ini tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga memberi pengalaman langsung kepada siswa dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan.
Instruktur pelatihan, Hanopa Abdul Hidayah, menyebut setiap motor yang dikonversi memiliki sistem berbeda sesuai tipe dan kapasitas mesin.
“Dari lima unit motor yang berbeda-beda, semua sistemnya juga berbeda. Kebutuhannya untuk memperkenalkan media pembelajaran, dan alhamdulillah dengan semangat siswa bisa diselesaikan,” kata Hanopa.
Menurut Hanopa, dengan keterlibatan siswa dan guru, setidaknya lima unit motor konversi dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga hari.
Setelah itu, pengerjaan dilanjutkan oleh pihak sekolah untuk memastikan seluruh kendaraan siap digunakan.
Inovasi motor listrik ini diharapkan bisa dikembangkan lebih luas, tidak hanya di SMKN 3 Palu, tetapi juga sekolah kejuruan lain di Sulawesi Tengah. (Rul/Nl)










