- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
- Festival Tende Ditunda, Rencana Tabligh Akbar sebagai Pengganti Disambut Baik Wamenag
Cek Kesehatan Gratis Kini Masuk Sekolah, Sasar Puluhan Juta Siswa

Keterangan Gambar : Kementerian Kesehatan memulai program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah (CKG Sekolah) pada Senin (04/08/2025). (Dok: Kemenkes)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah resmi menggelar program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah (CKG Sekolah) mulai Senin (04/08/2025). Program ini menyasar siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga madrasah, pesantren, SLB, dan sekolah rakyat.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 53,8 juta siswa ditargetkan ikut dalam program ini.
Baca Lainnya :
- Prabowo Terbitkan Perpres, Dokter di Daerah Tertinggal Dapat Tunjangan Rp30 Juta per Bulan
- Kinaya Maulidyah Wakili Indonesia di Kejuaraan Panjat Tebing Asia 2025
- Dinilai Tak Aman, Mendikdasmen Larang Anak-anak Main Game Roblox
- H4ck3dByV1N55X404
- Aturan Baru Pajak Emas Berlaku, Beli Lewat Bullion Bank Kini Kena PPh 22 Sebesar 0,25 Persen
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pelaksanaan lebih dulu dimulai di sekolah rakyat karena sistemnya yang berasrama.
“Karena sekolah rakyat itu adalah sekolah berasrama jadi kemarin kita mulainya duluan. Kita sudah melakukan cek kesehatan gratis sekolah rakyat di 72 sekolah,” ujar Budi, dikutip dari laman Kemenkes, Rabu (6/8/2025).
Dari hasil awal pemeriksaan, masalah gigi muncul sebagai keluhan paling umum di kalangan anak-anak. Masalah lain yang banyak ditemukan adalah gangguan mata dan anemia.
“Saya juga terkejut, ternyata banyak anak kita memiliki masalah gigi, mata, dan kecemasan akibat penggunaan gadget,” kata Budi.
Program CKG Sekolah tak hanya menyasar kesehatan fisik. Pemeriksaan juga mencakup kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi. Hal ini dianggap penting karena selama ini deteksi dini gangguan mental pada anak masih minim.
“Kita mulai ukur (tingkat) kecemasan, depresi, agar bisa ditindaklanjuti lebih awal,” jelasnya.
Program ini menyesuaikan jenis pemeriksaan dengan jenjang pendidikan. Siswa usia 7 hingga 17 tahun akan diperiksa sesuai usia dan kebutuhan masing-masing anak.
Berikut daftar pemeriksaan CKG Sekolah:
Siswa SD/Sederajat (Usia 7–12 Tahun)
- Status gizi
- Merokok (kelas 5–6)
- Tingkat aktivitas fisik (kelas 4–6)
- Tekanan darah
- Gula darah
- Tuberkulosis
- Telinga
- Mata
- Gigi
- Jiwa (kesehatan mental)
- Hati (hepatitis B)
- Kesehatan reproduksi (kelas 4–6)
- Riwayat imunisasi (kelas 1)
Siswa SMP/Sederajat (Usia 13–15 Tahun)
- Status gizi
- Merokok
- Tingkat aktivitas fisik
- Tekanan darah
- Gula darah (kelas 7)
- Tuberkulosis
- Talasemia
- Anemia (kelas 7)
- Telinga
- Mata
- Gigi
- Jiwa (kesehatan mental)
- Hati (hepatitis B dan C)
- Kesehatan reproduksi
- Riwayat imunisasi HPV (kelas 9 putri)
Siswa SMA/Sederajat (Usia 16–17 Tahun)
- Status gizi
- Merokok
- Tingkat aktivitas fisik
- Tekanan darah
- Gula darah
- Tuberkulosis
- Talasemia
- Anemia (kelas 10 putri)
- Telinga
- Mata
- Gigi
- Jiwa (kesehatan mental)
- Hati (hepatitis B dan C)
- Kesehatan reproduksi
(Nul)










