- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Kesepakatan Dagang RI-AS, Indonesia Beli 50 Pesawat Senilai Rp227,9 Triliun
.jpg)
Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump berbincang di sela-sela penandatanganan Perjanjian Tarif Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) di Washington DC, AS, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. (Foto : Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Likeindonesia.com, Jakarta – Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi meneken kesepakatan dagang yang mewajibkan Indonesia membeli 50 pesawat dari AS dengan nilai mencapai Rp227,9 triliun. Penandatanganan Perjanjian Tarif Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington DC, AS, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa pembelian pesawat ini merupakan bagian dari Agreement on Reciprocal Trade (ART). Menurut Haryo, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri jasa penerbangan nasional maupun regional.
Baca Lainnya :
- Waketum MUI Tegaskan: Besok Kalau Barang Amerika Masuk Tanpa Label Halal Tidak Usah Dibeli
- Ingin Ubah Nasib Keluarga, ABK Asal Medan Terancam Hukuman Mati di Kasus Dugaan Penyelundupan Sabu
- Bupati hingga Menteri PU Bisa Dipidana 5 Tahun Kalau Jalan Berlubang Tak Diperbaiki
- Banyak Dipakai Anak di Bawah Umur dan Disusupi Narkotika, BNN Usul Vape Dilarang di Indonesia
- Cegah Kanker, Anak Laki-laki 11 Tahun Dapat Vaksin HPV Gratis Mulai 2027
"Indonesia setuju untuk melakukan pembelian pesawat, termasuk komponen dan jasa penerbangan, sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri jasa penerbangan secara nasional maupun regional," ujar Haryo, Minggu (22/2/2026), dikutip dari Kompas.com.
Selain pesawat, kesepakatan ini juga mengatur peningkatan impor komoditas energi dari AS, seperti LPG senilai US$3,5 miliar, minyak mentah US$4,5 miliar, dan bensin olahan US$7 miliar. Produk pertanian asal AS juga akan ditingkatkan pembeliannya untuk memenuhi kebutuhan industri makanan, minuman, dan tekstil di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan, kesepakatan ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum kedua negara selesai, termasuk konsultasi dengan DPR di Indonesia dan proses internal di AS.
Selain keuntungan di sektor penerbangan, kesepakatan ini juga memberikan manfaat bagi industri tekstil. Amerika Serikat akan memberikan tarif 0% untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, dengan mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).
"Khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika akan memberikan tarif 0% dengan mekanisme Tariff Rate Quota atau TRQ. Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," pungkas Airlangga. (Nl/Nl)










