- Udara Palu Makin Memburuk, PM2.5 Capai 205 Mikrogram dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
- Festival Danau Poso 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Sulteng Ajak Warga Jaga Budaya dan Lingkungan
- Ferry Irwandi Inisiasi Patungan untuk Hutan, Raup Donasi Rp10,5 Miliar
- Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
- KONI Sulteng Apresiasi Perkembangan Kickboxing dalam Musprov II KBI
- Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober
- 2.540 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang Januari-September 2026
- Salena Dilanda Krisis Air Bersih, Sungai Mengering akibat El Nino
- Ratusan Personel Gabungan Gerebek Lokasi Peredaran Narkoba di Kayumalue, 7 Orang Diamankan
- Antrean Solar di SPBU Diponegoro Palu Berujung Penganiayaan, Sopir Truk Dipukul Pakai Batako
Kesepakatan Dagang RI-AS, Indonesia Beli 50 Pesawat Senilai Rp227,9 Triliun
.jpg)
Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump berbincang di sela-sela penandatanganan Perjanjian Tarif Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) di Washington DC, AS, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. (Foto : Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Likeindonesia.com, Jakarta – Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi meneken kesepakatan dagang yang mewajibkan Indonesia membeli 50 pesawat dari AS dengan nilai mencapai Rp227,9 triliun. Penandatanganan Perjanjian Tarif Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington DC, AS, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa pembelian pesawat ini merupakan bagian dari Agreement on Reciprocal Trade (ART). Menurut Haryo, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri jasa penerbangan nasional maupun regional.
Baca Lainnya :
- Waketum MUI Tegaskan: Besok Kalau Barang Amerika Masuk Tanpa Label Halal Tidak Usah Dibeli
- Ingin Ubah Nasib Keluarga, ABK Asal Medan Terancam Hukuman Mati di Kasus Dugaan Penyelundupan Sabu
- Bupati hingga Menteri PU Bisa Dipidana 5 Tahun Kalau Jalan Berlubang Tak Diperbaiki
- Banyak Dipakai Anak di Bawah Umur dan Disusupi Narkotika, BNN Usul Vape Dilarang di Indonesia
- Cegah Kanker, Anak Laki-laki 11 Tahun Dapat Vaksin HPV Gratis Mulai 2027
"Indonesia setuju untuk melakukan pembelian pesawat, termasuk komponen dan jasa penerbangan, sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri jasa penerbangan secara nasional maupun regional," ujar Haryo, Minggu (22/2/2026), dikutip dari Kompas.com.
Selain pesawat, kesepakatan ini juga mengatur peningkatan impor komoditas energi dari AS, seperti LPG senilai US$3,5 miliar, minyak mentah US$4,5 miliar, dan bensin olahan US$7 miliar. Produk pertanian asal AS juga akan ditingkatkan pembeliannya untuk memenuhi kebutuhan industri makanan, minuman, dan tekstil di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan, kesepakatan ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum kedua negara selesai, termasuk konsultasi dengan DPR di Indonesia dan proses internal di AS.
Selain keuntungan di sektor penerbangan, kesepakatan ini juga memberikan manfaat bagi industri tekstil. Amerika Serikat akan memberikan tarif 0% untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, dengan mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).
"Khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika akan memberikan tarif 0% dengan mekanisme Tariff Rate Quota atau TRQ. Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," pungkas Airlangga. (Nl/Nl)



_2.jpg)

_3.jpg)




