- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Ketua HMI Kehutanan Untad Ajak Anak Muda Ambil Bagian Atasi Tambang Ilegal
.jpg)
Keterangan Gambar : Ketua Umum HMI Komisariat Kehutanan Universitas Tadulako, Moh Fikri A Kama. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu – Maraknya aktivitas tambang ilegal di berbagai wilayah Sulawesi Tengah menuai sorotan dari kalangan pemuda, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat. Salah satunya datang dari Moh Fikri A Kama, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kehutanan Universitas Tadulako, yang menekankan pentingnya peran aktif generasi muda dalam mendorong pemberantasan tambang ilegal.
Diketahui, laporan hasil investigasi Tim Inspektur Tambang (TIT) mencatat adanya 13 titik pertambangan tanpa izin (PETI) yang tersebar di wilayah Sulawesi Tengah. Fikri mengatakan anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton atas kerusakan lingkungan yang terjadi akibat tambang ilegal.
Baca Lainnya :
- 7 Pelanggaran Ini Jadi Fokus Operasi Patuh Tinombala 2025, Warga Diminta Tertib di Jalan
- Rencana Pengelolaan Sungai Karaopa Morowali, Syarifudin Hafid Ingatkan Hak Petani
- Gegas Bangun SDM, Kampus Untad Bakal Hadir di Bangkep
- Dirlantas Polda Sulteng: Operasi Patuh Tak Fokus pada Penindakan Kendaraan ODOL
- Operasi Patuh di Sulteng Fokus pada Pelanggaran Kasat Mata, Bukan Pemeriksaan Surat Kendaraan
“Anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton atas kerusakan lingkungan yang terus terjadi akibat tambang tanpa izin. Kehadiran pemuda khususnya mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam mengawal isu-isu lingkungan dan keadilan ekologis,” ujar Fikri kepada Likeindonesia.com, Rabu (16/7/2025).
Ia menjelaskan, peran anak muda dapat diwujudkan dengan advokasi, aksi di lapangan, hingga kampanye digital melalui media sosial untuk membangun kesadaran publik mengenai pentingnya kelestarian lingkungan.
“Tambang ilegal bukan hanya soal pelanggaran hukum tapi juga pengkhianatan terhadap masa depan generasi muda. Kalau anak muda diam, maka kita sedang membiarkan warisan kehancuran untuk generasi selanjutnya,” kata Fikri.
Ia berharap gerakan anak muda dapat menjadi tekanan publik bagi pemerintah untuk serius menindak tambang ilegal, agar kerusakan lingkungan dapat diminimalisasi, serta menjamin masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (Nul)










