- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
- 180 Gempa di Sulteng Tercatat pada Minggu Pertama Agustus
- Perhatikan Kualitas Air, Depot di Palu Diminta Penuhi Standar Higiene Sanitasi
- Mahasiswi Asal Morut Meninggal di Kos Palu, Keluarga Ikhlas dan Tidak Minta Autopsi
- Usai Palu–Guangzhou, Sulteng Bidik Rute Internasional Malaysia dan India
23.768 Pengajuan Berani SEHAT, Wagub: Jangan Ada Lagi Orang Tak Bisa Berobat Karena Tak Punya Uang

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido saat berbicara dalam Forum Koordinasi BERANI Sehat yang digelar di salah satu hotel Kota Palu, Jumat (1/8/2025). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, PALU - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, menegaskan komitmen Pemprov dalam menjamin hak kesehatan warga melalui program BERANI Sehat.
Hingga 30 Juli 2025, tercatat 23.768 pengajuan layanan telah masuk dan 19.108 peserta telah berhasil dijamin kepesertaannya melalui sistem SEHATI.
Baca Lainnya :
- Menkes Ingatkan: Jantung Bukan Penyakit Mendadak, Cek Kesehatan Gratis Harus Dimanfaatkan
- RSUD Undata Palu Gelar Operasi Jantung Terbuka Perdana di Sulawesi Tengah
- Menkes RI Resmikan Operasi Jantung Perdana di Palu, Kemoterapi Kini Ditanggung BPJS
- Layanan Kesehatan Sulteng Semakin Maju, Operasi Jantung Digelar Perdana di Palu
- Viral Video Bunyi Alat Diduga Peringatan Gempa Ternyata Salah, BMKG Beri Klarifikasi
“Jangan sampai ada masyarakat yang merintih kesakitan, tidak bisa berobat karena tidak punya uang,” tegas Wagub Reny dalam Forum Koordinasi BERANI Sehat yang digelar di salah satu hotel Kota Palu, Jumat (1/8/2025).
Untuk memperkuat pelaksanaan BERANI Sehat, Pemerintah Provinsi Sulteng juga membangun sistem SEHATI atau Sistem Elektronik Jaminan Kesehatan Terintegrasi. Sistem ini berfungsi menjangkau ribuan warga yang belum memiliki perlindungan kesehatan dan memastikan proses pelayanan berjalan cepat, tepat, dan berbasis data.
Dengan sistem SEHATI sebagai fondasi utama, program BERANI Sehat mampu mengintegrasikan data antarinstansi seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, hingga BPJS Kesehatan.
“Tidak menunggu lama langsung bisa masuk BERANI Sehat lewat SEHATI,” bebernya.
Wakil Gubernur juga menegaskan bahwa pengelolaan anggaran untuk program ini dijalankan dengan prinsip akuntabilitas dan kehati-hatian. Dana APBD yang digunakan untuk mendanai BERANI Sehat diawasi ketat dan diaudit langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Kami sangat hati-hati dalam mengelola BERANI Sehat,” terangnya.
Melalui forum koordinasi ini, pemerintah berharap dapat menjaring masukan, menyamakan persepsi, serta memperkuat implementasi program BERANI Sehat, demi peningkatan jumlah kepesertaan JKN dan mewujudkan keadilan layanan kesehatan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. (Bim)










