- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
Menkes Ingatkan: Jantung Bukan Penyakit Mendadak, Cek Kesehatan Gratis Harus Dimanfaatkan

Keterangan Gambar : Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bertemu awak media usai kunjungannya di RSUD Undata Palu, Jumat (1/8/2025) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan penyakit jantung.
Dalam kunjungannya ke Palu, ia menekankan bahwa penyakit jantung bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan tanpa disadari.
Baca Lainnya :
- RSUD Undata Palu Gelar Operasi Jantung Terbuka Perdana di Sulawesi Tengah
- Menkes RI Resmikan Operasi Jantung Perdana di Palu, Kemoterapi Kini Ditanggung BPJS
- Layanan Kesehatan Sulteng Semakin Maju, Operasi Jantung Digelar Perdana di Palu
- Viral Video Bunyi Alat Diduga Peringatan Gempa Ternyata Salah, BMKG Beri Klarifikasi
- Sosialisasi Empat Pilar di Palu, Longki: Generasi Muda Garda Depan Bangsa
“Biasanya, penderita jantung punya tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau kolesterol tinggi. Karena itu, tolong disosialisasikan kepada masyarakat program Presiden tentang cek kesehatan gratis,” kata Budi kepada awak media usai kunjungannya di RSUD Undata Palu, Jumat (1/8/2025) pagi.
Ia menyebut, setiap tahun pemerintah menyediakan akses pemeriksaan gratis bagi 287 juta warga.
Pemeriksaan dini disebutnya bisa menyelamatkan banyak nyawa sebelum terkena serangan jantung.
Menkes juga menyoroti kasus kelainan jantung bawaan pada bayi, yang kerap luput dari deteksi dini.
Menurutnya, banyak bayi meninggal sebelum usia tiga tahun karena keterbatasan tenaga medis terlatih.
“Karena itu, kita akan kirim tenaga pendidikan agar dokter-dokter lokal bisa menangani kasus ini. Operasinya lebih sulit, karena ukuran jantung bayi itu kecil. Butuh keahlian khusus,” jelasnya.
Dalam lawatannya ke Palu, Budi menyatakan komitmen Kementerian Kesehatan untuk memperluas pelatihan dokter lokal, terutama dari daerah, agar mampu menangani kasus jantung baik pada orang dewasa maupun anak-anak. (Rul)










