- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
- Festival Tende Ditunda, Rencana Tabligh Akbar sebagai Pengganti Disambut Baik Wamenag
Menkes Ingatkan: Jantung Bukan Penyakit Mendadak, Cek Kesehatan Gratis Harus Dimanfaatkan

Keterangan Gambar : Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bertemu awak media usai kunjungannya di RSUD Undata Palu, Jumat (1/8/2025) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan penyakit jantung.
Dalam kunjungannya ke Palu, ia menekankan bahwa penyakit jantung bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan tanpa disadari.
Baca Lainnya :
- RSUD Undata Palu Gelar Operasi Jantung Terbuka Perdana di Sulawesi Tengah
- Menkes RI Resmikan Operasi Jantung Perdana di Palu, Kemoterapi Kini Ditanggung BPJS
- Layanan Kesehatan Sulteng Semakin Maju, Operasi Jantung Digelar Perdana di Palu
- Viral Video Bunyi Alat Diduga Peringatan Gempa Ternyata Salah, BMKG Beri Klarifikasi
- Sosialisasi Empat Pilar di Palu, Longki: Generasi Muda Garda Depan Bangsa
“Biasanya, penderita jantung punya tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau kolesterol tinggi. Karena itu, tolong disosialisasikan kepada masyarakat program Presiden tentang cek kesehatan gratis,” kata Budi kepada awak media usai kunjungannya di RSUD Undata Palu, Jumat (1/8/2025) pagi.
Ia menyebut, setiap tahun pemerintah menyediakan akses pemeriksaan gratis bagi 287 juta warga.
Pemeriksaan dini disebutnya bisa menyelamatkan banyak nyawa sebelum terkena serangan jantung.
Menkes juga menyoroti kasus kelainan jantung bawaan pada bayi, yang kerap luput dari deteksi dini.
Menurutnya, banyak bayi meninggal sebelum usia tiga tahun karena keterbatasan tenaga medis terlatih.
“Karena itu, kita akan kirim tenaga pendidikan agar dokter-dokter lokal bisa menangani kasus ini. Operasinya lebih sulit, karena ukuran jantung bayi itu kecil. Butuh keahlian khusus,” jelasnya.
Dalam lawatannya ke Palu, Budi menyatakan komitmen Kementerian Kesehatan untuk memperluas pelatihan dokter lokal, terutama dari daerah, agar mampu menangani kasus jantung baik pada orang dewasa maupun anak-anak. (Rul)










