- Di Tengah Tekanan Inflasi, 5.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Keluarga Desil 1-4 di Morowali Utara
- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
Asprindo Gandeng BRI Buka Peluang Pembiayaan Luas bagi UMKM Sulteng
.jpg)
Keterangan Gambar : Asprindo Sulteng menjalin kerja sama dengan BRI melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Sulawesi Tengah menjalin kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Ketua DPW Asprindo Sulteng, Usharnaningsih, mengatakan kerja sama ini bertujuan memajukan UMKM di daerah.
Baca Lainnya :
- Jalan Masuk Disegel, Penyintas di Huntap Tondo 2 Bingung: Kalau Sakit Mau Berobat Bagaimana?
- RS Bhayangkara Palu Hadirkan Terapi Hiperbarik, Bantu Pasien Diabetes hingga Stroke
- RS Bhayangkara Palu Tambah Ruang Rawat Inap VVIP untuk Pasien
- Beasiswa Prestasi, BERANI Cerdas Buka Peluang Pendidikan Gratis bagi Mahasiswa Ber-IPK 3,0 ke Atas
- Delapan Dekade Jalasena! Lanal Palu Gelar Upacara HUT ke-80 TNI AL
Selama ini, banyak pelaku usaha lebih memilih pembiayaan dari lembaga lain karena dianggap lebih cepat cair, meski dengan bunga tinggi.
“Ternyata, setelah kami komunikasi dengan pihak BRI, proses pencairan tidak menyulitkan. Karena itu, kami hadir sebagai jembatan antara pelaku UMKM dan BRI untuk mendukung usaha mereka agar lebih maju,” jelasnya.
Usharnaningsih menambahkan, pihaknya akan mengawal tidak hanya proses pencairan, tetapi juga penggunaan dana agar benar-benar sesuai peruntukan.
Ia menyebut, saat ini sudah ada sekitar 300 berkas UMKM yang masuk untuk diproses.
“Tentu tetap ada aturan dan prosedur yang harus dilewati,” ujarnya.
Pimpinan BRI Cabang Palu, Budi Prastiyanto, menegaskan tujuan kerja sama ini sejalan dengan komitmen BRI meningkatkan kapasitas UMKM melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kami ingin turut serta meningkatkan usaha mereka, khususnya anggota Asprindo, lewat program pemerintah berupa KUR,” katanya.
Budi menyebut jumlah penerima KUR tidak dibatasi selama memenuhi syarat yang berlaku.
Menurutnya, kerja sama ini juga menjadi sarana edukasi agar pelaku usaha lebih memahami layanan perbankan.
“Kita tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan produksi, tetapi juga pemasaran ke depan,” imbuhnya.
Fasilitas KUR dari BRI sendiri dalam dua kategori, yakni tanpa agunan untuk pinjaman di bawah Rp100 juta dan dengan agunan untuk pinjaman Rp100–500 juta.
Besaran pembiayaan akan disesuaikan dengan kebutuhan UMKM masing-masing. (Rul/Nl)










