- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
Baru 11 Bulan Menjabat, Menteri Asal Sulteng Abdul Kadir Karding Digantikan dalam Reshuffle Kabinet

Keterangan Gambar : Eks Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Jakarta - Baru 11 bulan duduk sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding politisi asal Sulawesi Tengah, resmi digantikan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pengumuman reshuffle kabinet, Senin (8/9/2025) sore, posisinya kini ditempati oleh Mukhtarudin.
Tak hanya Karding, empat nama besar lain juga ikut bergeser, di antaranya Menko Polhukam Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, serta Menpora Dito Ariotedjo.
Baca Lainnya :
- Rakyat vs Perusahaan Sawit di Tolitoli: DPRD Sulteng Ambil Langkah Tegas
- Mendagri Instruksikan Daerah Aktifkan Lagi Pos Ronda
- Sah! Prabowo Reshuffle Kabinet, Lima Menteri Diganti dan Satu Kementerian Baru Dibentuk
- Mengapa Makanan Berkah Maulid Jadi Rebutan?
- Unik! Pengguna Knalpot Brong di Palu akan Didenda Seekor Kambing
Dalam wawancara usai pengumuman, Karding menyampaikan apresiasinya.
“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya selama menjabat hampir setahun. Ini adalah amanah besar yang sudah saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Karding.
Meski digantikan, ia menilai Mukhtarudin punya kemampuan untuk melanjutkan tugas di P2MI.
“Saya yakin Pak Mukhtarudin mampu menjalankan tugas ini, meskipun sebelumnya tidak bersentuhan langsung dengan isu pekerja migran,” katanya.
Saat ditanya soal alasan pencopotannya, Karding memilih merendah.
"Saya tidak tahu apa pertimbangan Presiden. Saya hanya berharap masyarakat tidak berspekulasi dan tetap mendukung langkah pemerintah,” tandasnya. (Bim/Nl)










