- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Baru 11 Bulan Menjabat, Menteri Asal Sulteng Abdul Kadir Karding Digantikan dalam Reshuffle Kabinet

Keterangan Gambar : Eks Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Jakarta - Baru 11 bulan duduk sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding politisi asal Sulawesi Tengah, resmi digantikan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pengumuman reshuffle kabinet, Senin (8/9/2025) sore, posisinya kini ditempati oleh Mukhtarudin.
Tak hanya Karding, empat nama besar lain juga ikut bergeser, di antaranya Menko Polhukam Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, serta Menpora Dito Ariotedjo.
Baca Lainnya :
- Rakyat vs Perusahaan Sawit di Tolitoli: DPRD Sulteng Ambil Langkah Tegas
- Mendagri Instruksikan Daerah Aktifkan Lagi Pos Ronda
- Sah! Prabowo Reshuffle Kabinet, Lima Menteri Diganti dan Satu Kementerian Baru Dibentuk
- Mengapa Makanan Berkah Maulid Jadi Rebutan?
- Unik! Pengguna Knalpot Brong di Palu akan Didenda Seekor Kambing
Dalam wawancara usai pengumuman, Karding menyampaikan apresiasinya.
“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya selama menjabat hampir setahun. Ini adalah amanah besar yang sudah saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Karding.
Meski digantikan, ia menilai Mukhtarudin punya kemampuan untuk melanjutkan tugas di P2MI.
“Saya yakin Pak Mukhtarudin mampu menjalankan tugas ini, meskipun sebelumnya tidak bersentuhan langsung dengan isu pekerja migran,” katanya.
Saat ditanya soal alasan pencopotannya, Karding memilih merendah.
"Saya tidak tahu apa pertimbangan Presiden. Saya hanya berharap masyarakat tidak berspekulasi dan tetap mendukung langkah pemerintah,” tandasnya. (Bim/Nl)










