- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
Perempuan Desa Tinauka Gali Potensi Usaha Lokal dari Hasil Hutan

Keterangan Gambar : Belasan pelaku usaha perempuan di Desa Tinauka, Kabupaten Donggala, mengikuti Temu Bisnis Pelaku Usaha Perempuan dan Pengurus Lembaga Hutan Desa yang digelar di Sekretariat LPHD Tinauka.
Likeindonesia.com, Donggala, – Belasan pelaku usaha perempuan di Desa Tinauka, Kabupaten Donggala, mengikuti Temu Bisnis Pelaku Usaha Perempuan dan Pengurus Lembaga Hutan Desa yang digelar di Sekretariat LPHD Tinauka, Kamis (21/8/2025).
Kegiatan yang diinisiasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Tengah bersama Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Sulawesi Tengah ini bertujuan mendorong masyarakat desa menggali potensi ekonomi alternatif di kawasan hilir Sungai Lariang.
Baca Lainnya :
- Program Pandu Laut Nusantara Sasar Teluk Palu, 7 Perahu Disalurkan ke Nelayan
- 58 Perenang Bentangkan Merah Putih di Atol Donggala, Renang 2,5 Km hingga Pusat Laut
- Pipa Proyek Benur Terpasang di Atas Karang Pantai Kaluku, Ekosistem Laut Donggala Terancam?
- Terbongkar! 12 Paket Sabu Diselipkan di BH Perempuan di Donggala Ditangkap Polisi
- Pinjam Motor ke Rumah Pacar, Pulangnya Jadi Tersangka Curanmor
Dalam forum tersebut, perempuan desa diperkenalkan pada peluang usaha berbasis hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan produk lokal yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
Salah seorang peserta, Siti Maslakhah, mengaku baru mengetahui bahwa durian hutan yang banyak tumbuh di sekitar desa memiliki manfaat lebih dari sekadar buah konsumsi.
“Selama ini kami hanya tahu daging buahnya bisa dijual. Ternyata kulit durian bisa dijadikan arang untuk bakar ikan dan juga bisa menggantikan kayu bakar. Ini baru bagi kami dan bisa jadi peluang usaha,” ujarnya.
Direktur KPPA Sulawesi Tengah menekankan pentingnya peran perempuan desa dalam mengembangkan potensi ekonomi yang tetap ramah lingkungan.
“Perempuan adalah garda depan yang melihat langsung kebutuhan keluarga sekaligus potensi desa. Dengan dukungan ini, kita berharap usaha perempuan bisa berkembang tanpa merusak hutan,” katanya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Donggala serta KPH Banawa Lalundu.
Disperindag menyatakan komitmen untuk membantu kelompok perempuan Tinauka dalam urusan legalitas usaha, mulai dari perizinan, sertifikasi produk, hingga akses pasar.
Temu Bisnis ditutup dengan kesepakatan tindak lanjut berupa pemetaan potensi produk lokal desa, termasuk durian hutan dan hasil hutan lainnya, yang akan difasilitasi bersama KPPA, WALHI, dan pemerintah daerah. (Rul/Nl)










